KKR & Co. Inc. atau yang dikenal sebagai Kohlberg Kravis Roberts & Co. merupakan perusahaan investasi terkemuka asal Amerika Serikat yang melayani berbagai investor institusional, pengelola kekayaan, hingga korporasi multinasional. Perusahaan ini beroperasi di tiga bidang utama meliputi manajemen aset, asuransi, serta kepemilikan strategis dengan total kelolaan dana mencapai ratusan miliar dolar.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 1976 oleh Jerome Kohlberg Jr., bersama dua sepupunya yakni Henry Kravis dan George R. Roberts. Ketiganya sebelumnya bekerja di Bear Stearns dan merintis berbagai transaksi leveraged buyout atau pembelian dengan leverage yang menjadi cikal bakal ekspansi bisnis investasi modern.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam perjalanannya, perusahaan mencatatkan sejumlah aksi korporasi besar yang mencuri perhatian dunia keuangan global, termasuk pengambilalihan perusahaan makanan dan tembakau RJR Nabisco pada tahun 1989. Transaksi masif tersebut sempat menjadi rekor pembelian terbesar dalam sejarah Wall Street pada masanya.
Selain ekuitas swasta, perusahaan juga memperluas lini bisnis ke sektor asuransi melalui akuisisi Global Atlantic serta mendominasi daftar pemeringkatan global di bidang infrastruktur dan manajemen aset alternatif. Dipimpin oleh Joseph Bae dan Scott Nuttall sebagai co-CEO, kantor pusat perusahaan ini berdiri kokoh di New York dengan jaringan cabang di berbagai kota besar dunia.
Sejarah Pendirian dan Transformasi Bisnis KKR
Langkah awal pendirian perusahaan bermula ketika para pendirinya keluar dari Bear Stearns akibat perbedaan pandangan mengenai pembentukan dana investasi internal khusus. Mereka kemudian membangun firma mandiri yang memfokuskan investasi pada perusahaan keluarga pasca-Perang Dunia II yang menghadapi kendala regenerasi kepemimpinan.
Pada dekade 1980-an, perusahaan aktif melakukan berbagai aksi pembelian korporasi melalui pembiayaan utang agresif yang mengubah lanskap keuangan perusahaan publik menjadi privat. Meski beberapa portofolio awal sempat menghadapi tantangan restrukturisasi, strategi bisnis mereka terbukti tangguh melintasi berbagai siklus ekonomi global.
Memasuki era 1990-an hingga seterusnya, perusahaan fokus memulihkan neraca keuangan melalui penjualan aset serta membawa sejumlah portofolio perusahaan kembali melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana atau IPO. Restrukturisasi tersebut memperkokoh fondasi keuangan perusahaan setelah gelombang ekspansi besar-besaran.
Hingga kini, perusahaan terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam industri keuangan global dengan diversifikasi portofolio investasi yang mencakup sektor kredit privat, real estat, infrastruktur, hingga pasar modal internasional.