Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Profil Perusahaan Kraft Heinz,...
EKONOMI

Profil Perusahaan Kraft Heinz, Raksasa Makanan Global

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Gedung kantor dan logo perusahaan multinasional makanan Kraft Heinz

Gedung kantor dan logo perusahaan multinasional makanan Kraft Heinz

Profil perusahaan multinasional makanan dan minuman asal Amerika Serikat, The Kraft Heinz Company, mencatat perjalanan panjang sejak pembentukannya melalui penggabungan usaha pada 2 Juli 2015.

Perusahaan besar tersebut lahir dari merger antara Kraft Foods Group dan H.J. Heinz Company dengan kantor pusat bersama di Chicago dan Pittsburgh.

Berbagai produk makanan kemasan serta minuman diproduksi dan dipasarkan di bawah naungan merek-merek ternama seperti Kraft, Heinz, Oscar Mayer, Philadelphia, Lunchables, Velveeta, Maxwell House, dan Jell-O.

Sepanjang tahun fiskal 2025, perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar US$24,9 miliar dengan total tenaga kerja mencapai sekitar 35.000 orang di 40 negara di seluruh dunia.

Dinamika Bisnis dan Rencana Pemisahan Usaha

Sejak merger tersebut, Kraft Heinz sempat melakukan pendekatan pengambilalihan yang tidak berhasil terhadap Unilever serta menghadapi investigasi akuntansi dari SEC.

Manajemen perusahaan terus melakukan penataan ulang portofolio melalui berbagai aksi akuisisi strategis dan divestasi lini bisnis selama beberapa tahun terakhir.

Pada September 2025, perusahaan mengumumkan rencana pemisahan diri menjadi dua entitas publik terpisah sebelum dewan direksi memutuskan untuk menghentikannya sementara pada awal 2026.

Pihak manajemen menyatakan bahwa kelanjutan serta kepastian waktu dari proposal pemisahan usaha tersebut masih belum dapat dipastikan di tengah dinamika pasar global.

Topics
kraft heinz profil perusahaan makanan global merger sejarah kraft heinz merek makanan keuangan kontroversi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.