Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Profil Regency Centers, Raksasa...
EKONOMI

Profil Regency Centers, Raksasa Pusat Perbelanjaan Amerika

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Pusat perbelanjaan komersial milik Regency Centers di Amerika Serikat

Pusat perbelanjaan komersial milik Regency Centers di Amerika Serikat

Profil perwalian investasi real estat Amerika Serikat Regency Centers Corporation mencakup kepemilikan dan pengelolaan pusat perbelanjaan dengan supermarket sebagai penyewa utamanya.

Perusahaan didirikan pada tahun 1963 dengan nama Regency Square Properties oleh pasangan Martin dan Joan Stein di Jacksonville, Florida.

Perkembangan bisnis berlanjut pesat hingga perusahaan resmi melantai di bursa publik melalui penawaran umum perdana pada tahun 1993.

Portofolio properti perusahaan terus bertambah melalui berbagai aksi akuisisi strategis, termasuk pembelian aset Branch Properties serta pengambilalihan Equity One.

Perjalanan Ekspansi dan Kepemimpinan Perusahaan Properti

Ekspansi bisnis skala besar dilakukan perusahaan pada tahun 2005 melalui kemitraan strategis guna mengakuisisi ratusan pusat perbelanjaan bernilai miliaran dolar.

Kepemimpinan eksekutif tertinggi perusahaan mengalami transisi pada tahun 2019 ketika CEO lama Hap Stein mundur dan posisinya diteruskan oleh Lisa Palmer.

Portofolio aset perusahaan mencakup ratusan properti komersial dengan jutaan kaki persegi ruang sewa yang tersebar di berbagai wilayah strategis.

Keberadaan pusat perbelanjaan yang dikelola perusahaan konsisten menjadi pusat aktivitas komersial harian bagi masyarakat perkotaan di berbagai kawasan.

Topics
regency centers real estate pusat perbelanjaan amerika serikat supermarket profil perusahaan investasi
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.