Sukralosa dikenal secara luas sebagai zat pengganti gula yang tidak mengandung kalori signifikan dan tidak menyebabkan kerusakan gigi. Di Uni Eropa, zat ini memiliki nomor identifikasi E955 sebagai bahan tambahan pangan.
Sejarah penemuannya bermula pada tahun 1975 melalui penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Tate & Lyle bersama peneliti di Queen Elizabeth College. Sejak saat itu, penggunaannya berkembang pesat di berbagai negara setelah mendapatkan persetujuan dari badan pengawas kesehatan.
Pencapaian penting dari penggunaan sukralosa adalah kemampuannya memberikan rasa manis yang stabil pada suhu pemanggangan normal tanpa memengaruhi kadar insulin. Hal ini menjadikannya pilihan populer bagi penderita diabetes dan konsumen yang menjaga pola makan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHingga saat ini, sukralosa tetap menjadi salah satu pemanis buatan utama yang diandalkan dalam industri makanan ringan dan minuman diet global, meskipun evaluasi dan penelitian lanjutan terkait dampaknya terus dilakukan oleh para ahli.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
N/A
N/A
N/A
N/A
Penemuan dan Kontribusi Ilmiah
Sukralosa ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1975 ketika seorang peneliti bernama Shashikant Phadnis salah memahami instruksi untuk menguji senyawa gula terklorinasi menjadi mencicipinya. Dari kejadian tersebut, terungkap bahwa senyawa turunan sukrosa ini memiliki tingkat kemanisan yang luar biasa tinggi.
Proses produksi sukralosa melibatkan sintesis melalui klorinasi selektif pada sukrosa yang menggantikan tiga gugus hidroksi dengan atom klorin. Metode ini menghasilkan disakarida stabil yang tidak mudah dipecah oleh tubuh manusia.
Kontribusi utama sukralosa dalam industri pangan adalah menyediakan alternatif pengganti gula berkalori rendah yang aman dikonsumsi oleh masyarakat umum serta penderita diabetes. Berbagai lembaga pengawas kesehatan dunia seperti FDA dan EFSA telah mengevaluasi keamanannya untuk konsumsi manusia.
Pengaruh sukralosa terhadap industri makanan global terlihat jelas dari penggunaannya secara luas dalam produk minuman ringan, makanan panggang, dan makanan penutup bebas gula. Senyawa ini terus menjadi subjek penting dalam penelitian ilmu pangan dan teknologi nutrisi modern.