Ajang Festival Film Venesia 83 kembali memicu perdebatan hangat mengenai kesetaraan gender di industri perfilman global. Sorotan tajam datang langsung dari ketua dewan juri tahun ini, Maggie Gyllenhaal, yang secara terbuka mengkritik minimnya keterwakilan sutradara wanita dalam ajang bergengsi tersebut.
Berdasarkan laporan media Corriere della Sera, hanya ada dua sutradara wanita yang karyanya berhasil masuk dalam kompetisi utama, yakni May el-Toukhy lewat film "Woman Unknown" serta Rachel Szor yang menjadi ko-penulis untuk film "NAZA". Menanggapi situasi ini, Gyllenhaal sempat melontarkan candaan sarkastik sebelum membedah akar permasalahan yang sebenarnya.
"Akhirnya semua orang sadar bahwa pria membuat film yang lebih bagus daripada wanita!," ucap Gyllenhaal setengah bercanda saat mengawali tanggapannya mengenai kesenjangan gender di industri perfilman internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAktris sekaligus sutradara berusia 48 tahun itu menegaskan bahwa isu ketimpangan ini bukanlah hal sepele, melainkan masalah sistemik yang mengakar. Menurutnya, hambatan terbesar bagi sineas perempuan terletak pada sulitnya mendapatkan kucuran dana atau pendanaan produksi dibandingkan dengan rekan sejawat pria mereka.
Selain persoalan finansial, Gyllenhaal juga menyinggung standar subjektif mengenai narasi dan bentuk karya seni yang diakui industri. Ia mempertanyakan siapa pihak yang berhak menentukan batasan nilai sebuah karya, mengingat perempuan memiliki pengalaman hidup yang berbeda dalam memandang dunia.
Ia menambahkan bahwa butuh waktu bagi publik untuk terbiasa menerima cara bertutur yang berbeda dari para pembuat film perempuan. Di akhir keterangannya, ia turut mengenang sosok mendiang Agnès Varda sebagai sutradara perintis yang menjadi inspirasi terbesarnya sejak usianya masih 16 tahun.