Crunchyroll membangun dominasi bisnis anime global dengan strategi khusus yang berfokus penuh pada kepuasan komunitas penggemar di berbagai platform hiburan digital maupun fisik.
"Kami ingin menjadi segalanya bagi seseorang, yaitu para penggemar anime," ujar Senior VP of Global Brand & Community Crunchyroll Scott Donaton sebagaimana dilansir dari laporan industri.
Berdasarkan data perusahaan, sebanyak 54% dari generasi Z dan 60% dari generasi Alpha merupakan penonton setia yang menikmati tayangan anime setiap harinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejak diakuisisi oleh Sony Pictures Entertainment pada tahun 2021, jumlah pelanggan berbayar Crunchyroll melonjak signifikan dari 5 juta hingga mencapai 21 juta pengguna di seluruh dunia.
Ekspansi Bisnis Bioskop dan Kemitraan Global Crunchyroll
Perusahaan tersebut juga memperluas jangkauan global dengan melakukan peluncuran layanan baru di Polandia serta menyediakan opsi subtitle atau sulih suara dalam 17 bahasa berbeda.
Sektor pemutaran bioskop menjadi pilar penting bagi kesuksesan komersial Crunchyroll setelah film Demon Slayer Kimetsu no Yaiba Infinity Castle mencatatkan pendapatan fantastis sebesar 793 juta dolar AS secara global.
Crunchyroll kini kembali menjalin kerja sama strategis dengan sutradara ternama asal Jepang Makoto Shinkai dalam proyek film fitur terbaru yang memegang hak distribusi global kecuali kawasan Asia.
Selain itu, perusahaan berkolaborasi dengan Aniplex untuk menggarap film anime layar lebar berjudul Solo Leveling Beyond the System yang diangkat dari novel dan webtoon populer asal Korea.
Pertumbuhan ekosistem industri anime yang kian masif juga turut diramaikan oleh langkah sejumlah platform besar lain seperti Netflix, Tubi, Hidive, hingga Disney Plus dalam memperkuat portofolio konten mereka.