Penjualan bisnis hilir Shell di Afrika Selatan resmi dilakukan kepada Abu Dhabi National Oil Company atau ADNOC dengan nilai transaksi mencapai sekitar 1 miliar dolar AS.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kesepakatan tersebut mencakup pengalihan kepemilikan 580 stasiun pengisian bahan bakar umum sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk fokus pada pasar utama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip pernyataan resmi dari pihak manajemen, akuisisi ini dinilai sebagai langkah strategis bagi ADNOC untuk memperluas jaringan ritel mobilitas global sekaligus memperkuat jejak bisnis bahan bakarnya di benua Afrika.
"Transaksi ini dijadwalkan rampung pada tahun 2027 mendatang dengan tetap menunggu persetujuan regulasi yang berlaku," demikian keterangan tertulis dari grup energi asal Inggris tersebut.
Tim analisis redaksi mengamati bahwa langkah korporasi ini berjalan bersamaan dengan penurunan produksi gas kuartal kedua perusahaan akibat konflik geopolitik global yang memengaruhi pasar energi.
Meskipun terjadi pelepasan aset hilir, merek dagang Shell dipastikan akan tetap bertahan di Afrika Selatan melalui perjanjian lisensi khusus bagi para pelanggan setianya.
Berdasarkan pengamatan pasar keuangan, saham Shell sempat mencatatkan kenaikan hampir tiga persen di bursa London menyusul kejelasan arah strategi bisnis serta kenaikan harga minyak dunia.