Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Jepang Pastikan Amerika Serikat...
INTERNASIONAL

Jepang Pastikan Amerika Serikat Bantu Intervensi Yen, Pasar Siaga

By Dewi Lestari • 1 min read • 3 Agustus 2026
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Presiden Donald Trump terkait intervensi yen

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Presiden Donald Trump terkait intervensi yen

Jepang pastikan Amerika Serikat bantu intervensi yen dalam langkah terkoordinasi pertama di pasar valuta asing dalam 15 tahun terakhir demi meredam kejatuhan mata uang tersebut.

Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan Jepang, aksi intervensi di pasar ini dilakukan pada hari Jumat secara bersama-sama dengan Departemen Keuangan AS setelah yen pekan lalu merosot tajam ke level terendah dalam empat dekade.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Senin, Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan bahwa otoritas keuangan kedua negara terus menjalin komunikasi yang sangat erat.

"Kementerian Keuangan Jepang tetap waspada dan menjalin komunikasi yang erat dengan rekan-rekan kami di Departemen Keuangan AS. Kami tidak akan ragu untuk melakukan intervensi bersama lebih lanjut," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Dari analisis awak media, langkah kolaboratif ini mencerminkan kekhawatiran global yang mendalam terhadap volatilitas pasar keuangan akibat pelemahan ekstrem mata uang Negeri Sakura.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa negaranya ikut serta dalam intervensi pasar valuta asing sebagai bentuk nyata persahabatan erat dengan Tokyo.

Meski demikian, Trump juga secara terbuka mengungkapkan ekspektasinya agar Washington dapat memperoleh manfaat finansial tertentu dari bantuan yang diberikan kepada sekutu utamanya di Asia tersebut.

Topics
intervensi yen jepang amerika serikat satsuki katayama donald trump pasar valuta asing kementerian keuangan jepang departemen keuangan as ekonomi global
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.