Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Topeng Asosiasi Pekerja Pariwisata,...
EKONOMI

Topeng Asosiasi Pekerja Pariwisata, Ternyata Diisi Elite Properti

By Asep Firdaus 2 min read 31 Agustus 2026
Asosiasi pekerja pariwisata di Catalunya ternyata dipimpin oleh pebisnis properti dan investor

Asosiasi pekerja pariwisata di Catalunya ternyata dipimpin oleh pebisnis properti dan investor

Berdasarkan laporan media investigasi elDiario.es, sebuah kelompok bernama Trabajadores por el Alquiler Turístico yang mengeklaim berdiri demi melindungi kaum pekerja pariwisata di Catalunya ternyata menyimpan fakta mengejutkan di balik strukturnya. Asosiasi yang gencar menolak aturan pembatasan apartemen wisata ini dibentuk di Salou, sebuah kota dengan persentase hunian turis tertinggi di wilayah tersebut.

Dalam kampanyenya, kelompok ini getol menentang Decreto Ley 3/2023 yang disahkan oleh Parlemen Catalunya untuk meredam krisis perumahan, yang juga menjadi landasan bagi Wali Kota Barcelona Jaume Collboni dalam berencana menghapus izin apartemen turis pada 2028. Mereka berdalih bahwa pelarangan tersebut akan memicu pemutusan hubungan kerja massal dan menghilangkan ratusan ribu lapangan pekerjaan langsung maupun tidak langsung.

Namun, penyelidikan lebih mendalam terhadap jajaran pengurus inti asosiasi tersebut menunjukkan realitas yang sangat kontras dengan klaim mereka sebagai representasi kaum buruh kecil. Dikutip dari laporan media setempat, seluruh figur penting di dalam dewan direksi ternyata diisi oleh para eksekutif perusahaan modal ventura, pengacara perumahan, pemilik agen properti, hingga pengusaha portal penyewaan hunian mewah.

Posisi ketua dan juru bicara asosiasi dipegang oleh Guillem Laporta, seorang mitra di firma modal ventura Ysios yang memiliki rekam jejak karier jauh dari dunia buruh pariwisata dan menganut paham pasar bebas anarkokapitalis. Selain Laporta, posisi sekretaris dijabat oleh Dylan Tarín yang merupakan seorang pengacara perumahan sekaligus mitra agensi properti RV Asociados yang juga menjadi alamat kantor resmi asosiasi tersebut.

Tidak hanya itu, posisi bendahara dipegang oleh María Tutusaus Besante yang merupakan pendiri portal sewa apartemen mewah BCN Apartment Rentals dengan tarif mencapai ratusan euro per malam. Kehadiran para pelaku bisnis properti skala besar di kursi kepemimpinan ini memicu keraguan publik terkait objektivitas motif di balik gerakan perlindungan pekerja yang mereka gaungkan.

Di sisi lain, kelompok pekerja sungguhan seperti Asosiasi Pelayan Hotel Las Kellys justru secara terbuka menjauhkan diri dan menolak klaim dari asosiasi tersebut. Menurut mereka, ekspansi apartemen pariwisata justru memperburuk kondisi kerja dan memicu prekarisasi tenaga, sehingga pembatasan model hunian ini dinilai sebagai peluang untuk mengalihkan wisatawan ke sektor hotel yang memiliki regulasi ketat dan perlindungan serikat pekerja yang lebih baik.

Topics
pariwisata catalunya barcelona industri properti perumahan investasi properti krisis perumahan
Jurnalis Ekonomi & Bisnis

Asep Firdaus adalah jurnalis yang mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi dan bisnis. Ia memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika pasar, kebijakan ekonomi, dan perkembangan industri, serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna.