Penjualan Toyota Prius di pasar otomotif global mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2026 dengan total pengiriman hingga bulan Agustus tercatat sebanyak 26.054 unit atau merosot 39,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data dari lembaga riset pasar Visor.vin, penurunan angka tersebut ternyata merupakan bagian dari strategi kesengajaan pabrikan dalam mengatur ulang komposisi lini kendaraan hybrid mereka.
Berdasarkan analisis Kabayan News, pengamatan terhadap 925 unit pengiriman Prius di seluruh negeri pada Juli hingga Agustus menunjukkan fakta menarik bahwa sekitar 75 persen mobil telah laku terjual sebelum benar-benar tiba di diler resmi. Rincian data memperlihatkan sebanyak 652 unit terjual pada tahap produksi dan 49 unit berpindah tangan saat masih dalam perjalanan pengiriman, sementara sisa 224 unit terjual langsung di lantai diler.
Keputusan pabrikan asal Jepang tersebut untuk mengerem pasokan Prius didasari oleh prioritas pengalihan kapasitas produksi ke arah sedan populer Toyota Camry yang mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 12,1 persen dengan angka mencapai 235,334 unit. Pengamatan Kabayan News menilai bahwa langkah strategis ini berhasil menjaga ketersediaan unit tetap efisien tanpa membebani kapasitas pabrik di tengah tingginya minat masyarakat terhadap model sedan yang lebih besar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePasar California mendominasi angka penjualan Prius dengan menyumbang 289 unit atau sekitar 31 persen dari total sampel riset, disusul oleh Illinois sebanyak 39 unit dan Washington sejumlah 38 unit. Varian powertrain standar mendominasi sebesar 79 persen atau 679 unit, sedangkan sisanya 21 persen merupakan varian plug-in hybrid dengan trim menengah XLE menjadi yang paling diminati sebanyak 234 unit.
Konsumen masih menunjukkan antusiasme tinggi untuk memiliki kendaraan hybrid generasi kelima ini meskipun volume pengiriman tahunan mengalami koreksi tajam dari tahun sebelumnya. Keseimbangan pasokan dan permintaan yang terjaga dengan baik memastikan pabrikan tetap mendulang keuntungan optimal dari portofolio kendaraan ramah lingkungan mereka.