Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Autopsi Ungkap Detail Kematian...
INTERNASIONAL

Autopsi Ungkap Detail Kematian Misterius Melissa Casias Pegawai Lab Nuklir AS

By Dewi Lestari 3 min read 16 Agustus 2026
Pemandangan hutan tempat ditemukannya sisa-sisa kerangka Melissa Casias di New Mexico

Pemandangan hutan tempat ditemukannya sisa-sisa kerangka Melissa Casias di New Mexico

Detail baru yang mengejutkan telah muncul mengenai hilangnya dan kematian misterius seorang wanita asal New Mexico yang bekerja di laboratorium nuklir rahasia Amerika Serikat. Otoritas setempat mengungkapkan bahwa Melissa Casias, yang jasadnya ditemukan pada 28 Mei, mengalami luka tembak di kepala saat atau di sekitar waktu kematiannya.

Meski demikian, hingga kini pihak berwenang masih belum dapat memastikan apakah insiden tersebut merupakan kasus pembunuhan atau bunuh diri. Casias, seorang staf administrasi di Los Alamos National Laboratory (LANL), menghilang tanpa jejak pada 26 Juni 2025 setelah meninggalkan rumahnya tanpa identitas maupun kunci.

Kerangka tubuhnya ditemukan 11 bulan kemudian di Hutan Nasional Carson dengan posisi bersandar pada pohon dan sepucuk pistol berada di dekat jasadnya. Laporan autopsi resmi mencatat bahwa peluru menembus pangkal tengkorak Casias, namun Kantor Investigator Medis menyatakan penyebab pasti kematiannya masih belum dapat disimpulkan.

Akibat tingkat pembusukan jasad yang tinggi saat ditemukan, pemeriksa medis hanya dapat mengonfirmasi bahwa penembakan terjadi di sekitar waktu kematiannya. Selain itu, bagian tangan dan kaki kiri korban ditemukan terpisah akibat ulah hewan liar yang memangsa sisa-sisa jasad tersebut.

Temuan Autopsi dan Perdebatan Sudut Tembakan

Laporan autopsi yang baru dirilis merinci bahwa peluru ditembakkan ke sisi kanan dasar tengkorak Casias, mengenai bagian bawah dekat sambungan sumsum tulang belakang. Peluru tersebut juga merusak tulang leher teratas sebelum akhirnya keluar melalui sisi kiri kepala.

Seorang sumber penegak hukum anonim mengklaim bahwa detail sudut tembakan tersebut justru mengarah pada dugaan tindak pembunuhan. Sumber tersebut meragukan bahwa sudut tembakan itu dilakukan oleh korban sendiri karena faktor efek tolak balik senjata.

Meskipun demikian, secara resmi pemeriksa medis menetapkan status penyebab kematian Casias sebagai belum dapat ditentukan. Investigasi lanjutan dari Kepolisian Negara Bagian New Mexico masih berlangsung aktif tanpa rincian baru terkait tersangka.

Suami korban, Mark Casias, merupakan salah satu orang terakhir yang melihat istrinya hidup saat diantar ke tempat kerjanya pada pagi hari sebelum ia menghilang. Casias sempat pulang dengan alasan melupakan lencana kerja sebelum akhirnya menghilang dan terekam kamera pengawas berjalan sendirian.

Temuan Bukti Baru dan Kaitannya dengan Kasus Lain

Pengacara keluarga, David Adams, mengungkapkan bahwa kerabat dan relawan menemukan berbagai bukti tambahan di lokasi kejadian sebulan setelah polisi menyatakan tempat kejadian perkara bersih. Barang-barang bukti tersebut meliputi tulang, pakaian bernoda darah, kantong tembakau, hingga helai rambut.

Penemuan ini memicu pertanyaan serius dari pihak keluarga mengenai kredibilitas dan prosedur penanganan tempat kejadian perkara oleh pihak kepolisian. Adams menyoroti kemungkinan buruknya pelatihan atau kelalaian dalam menjaga rantai pengamanan barang bukti.

Kasus ini juga dikaitkan dengan beberapa insiden hilangnya pekerja laboratorium nuklir dan personel militer lain di wilayah Southwest dalam setahun terakhir. Situasi tersebut bahkan mendorong Gedung Perintah untuk meminta FBI menyelidiki potensi keterkaitan antar-kasus.

Meskipun sorotan publik meningkat tajam terhadap keamanan data rahasia riset nuklir, pihak pengacara menyatakan belum ada tanda-tanda keterlibatan aktif FBI dalam penanganan kasus spesifik kematian Casias.

Topics
berita investigasi kriminal amerika serikat neurosains
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.