Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Bill Cassidy Selidiki Serikat...
INTERNASIONAL

Bill Cassidy Selidiki Serikat Pekerja Terkait Pengaruh Kuba

By Dewi Lestari 2 min read 16 Agustus 2026
Senator Bill Cassidy saat menyampaikan keterangan di hadapan komite senat

Senator Bill Cassidy saat menyampaikan keterangan di hadapan komite senat

Senator Bill Cassidy menyelidiki dugaan hubungan serikat pekerja International Association of Machinists atau IAM yang mewakili ratusan ribu anggota dengan rezim komunis Kuba.

Penyelidikan ini bermula dari laporan kunjungan ke Kuba serta pertemuan di balai serikat pekerja yang dihadiri oleh diplomat Kuba guna membahas dukungan terhadap kebijakan negara tersebut.

Cassidy menyatakan kekhawatiran bahwa iuran anggota serikat pekerja digunakan untuk mendanai upaya politik luar negeri ketimbang memperjuangkan kepentingan para pekerja Amerika.

Di sisi lain, pihak IAM membantah tudingan tersebut dan menegaskan komitmen mereka untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja tanpa terpengaruh serangan politik.

Dugaan Jaringan Pengaruh dan Respons Serikat Pekerja

Kekhawatiran mengenai dugaan jaringan pengaruh asing ini turut diperkuat oleh laporan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat terkait aktivitas kelompok buruh di dalam negeri.

Sejumlah pejabat menduga adanya koordinasi lobi dan aktivisme nasional yang selaras dengan kepentingan pemerintah Kuba di kalangan kelompok buruh Amerika.

Menanggapi hal tersebut, pihak IAM menyatakan bahwa mereka bangga menjadi serikat pertahanan terbesar dan tidak akan terintimidasi oleh berbagai tudingan yang diarahkan kepada organisasi.

Pihak serikat pekerja juga menegaskan akan segera meninjau surat dari Senator Cassidy dan memberikan tanggapan resmi secara kooperatif sesuai prosedur yang berlaku.

Topics
bill cassidy iam kuba serikat pekerja investigasi amerika serikat politik hubungan internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.