Presiden Donald Trump melayangkan tudingan bahwa aksi vandalisme menjadi penyebab utama kerusakan rumput di kawasan National Mall, dekat World War II Memorial, Washington D.C. Area tersebut sebelumnya digunakan untuk menggelar perayaan akbar Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada awal bulan lalu.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump membagikan foto yang memperlihatkan bercak-cakpt brown dan rumput mati di atas lahan hijau tersebut. Ia mengeklaim kerusakan itu bukan karena faktor cuaca atau infrastruktur acara, melainkan ulah pihak-pihak yang sengaja merusak fasilitas publik.
Berdasarkan dokumentasi foto perayaan, area rumput tersebut sempat tertutup oleh panggung besar serta fasilitas penonton untuk menyambut Hari Kemerdekaan yang ke-250. Setelah acara selesai dan struktur panggung dibongkar, permukaan tanah di bawahnya terlihat mengalami kerusakan dan mengering.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, perdebatan hukum terkait vandalisme di Washington D.C. terus bergulir setelah pihak kejaksaan sempat mempertimbangkan bukti teknis pemasangan instalasi proyek sebelumnya. Kendati demikian, Trump tetap bersikeras bahwa kerusakan rumput dan monumen di kawasan tersebut merupakan bentuk pengrusakan yang harus diusut.
Penyelidikan Kasus Vandal dan Respons Penegak Hukum
Aparat penegak hukum setempat sebelumnya telah menangkap seorang tersangka berinisial Melissa Farris atas kasus pencoretan dan vandalisme di sekitar World War II Memorial. Kendati ada penangkapan tersebut, dokumen dakwaan belum mengaitkan langsung insiden coretan cat dengan kerusakan rumput yang disoroti oleh sang presiden.
Pihak Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia di bawah kepemimpinan Jeanine Pirro terus mendalami berbagai laporan kerusakan fasilitas publik di ibu kota negara. Penyelidikan mencakup evaluasi terhadap bukti-bukti baru guna memastikan apakah kerusakan di lapangan murni akibat vandalisme atau faktor teknis konstruksi.
Isu keamanan dan perlindungan fasilitas publik di National Mall menjadi sorotan tajam seiring meningkatnya insiden pengrusakan monumen bersejarah dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah federal berkomitmen memperketat pengamanan di sekitar kawasan wisata dan monumen nasional di Washington D.C.
Pemerintah berencana segera merestorasi area rumput serta fasilitas kolam pantul Lincoln Memorial yang sempat terdampak agar dapat kembali dinikmati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.