Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / General Dynamics, Raksasa Industri...
INTERNASIONAL

General Dynamics, Raksasa Industri Pertahanan Amerika Serikat

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Gedung kantor General Dynamics di Reston Virginia

Gedung kantor General Dynamics di Reston Virginia

General Dynamics Corporation berbasis di Reston, Virginia, Amerika Serikat, sebagai perusahaan industri dan teknologi terkemuka yang fokus mengembangkan berbagai peralatan militer canggih.

Perusahaan tersebut memproduksi beragam alat pertahanan strategis seperti kapal selam nuklir, tank tempur utama, dan kendaraan tempur berlapis baja untuk kebutuhan militer.

Selain sektor pertahanan militer, perusahaan ini juga memproduksi jet bisnis penerbangan sipil Gulfstream serta menyediakan berbagai layanan teknologi informasi berkualitas tinggi.

Posisi perusahaan sangat kuat dalam industri global dengan menjadi kontraktor terbesar ketiga bagi pemerintah federal Amerika Serikat dalam hal perolehan kontrak belanja.

Sejarah Panjang Pembentukan dan Ekspansi Perusahaan

Perusahaan ini terbentuk pada tahun 1952 melalui penggabungan antara produsen kapal selam Electric Boat dan perusahaan dirgantara Canadair yang berbasis di Kanada.

Akar sejarah perusahaan berawal dari pembelian Holland Torpedo Boat Company oleh Isaac Leopold Rice pada tahun 1899 yang kemudian berganti nama menjadi Electric Boat Company.

Electric Boat sukses merancang serta membangun kapal selam USS Holland yang dibeli oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1900 seharga 150.000 dolar AS.

Memasuki era Perang Dunia I dan Perang Dunia II, kapasitas produksi perusahaan meningkat pesat untuk memenuhi berbagai pesanan kapal selam dan kapal permukaan dari pemerintah.

Topics
general dynamics amerika serikat industri pertahanan kapal selam nuklir gulfstream militer teknologi kontraktor
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.