Sebagaimana diwartakan, militer Iran secara resmi melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran yang menyasar dua pangkalan udara Amerika Serikat di Yordania serta sejumlah kapal perang di kawasan strategis Selat Hormuz. Aksi militer tersebut dilakukan sebagai respons cepat setelah pasukan Amerika Serikat sebelumnya membombardir fasilitas pertahanan di Pulau Larak.
Berdasarkan laporan media, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan posisi pertahanan negaranya dalam konferensi pers sebelum bertolak menghadiri pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kyrgyzstan. "Iran akan memberikan respons tegas terhadap agresor," ujarnya sebagaimana dikutip dari kantor berita Fars.
Eskalasi militer ini meletus setelah Komando Pusat Amerika Serikat menuding Korps Garda Revolusi Islam Iran bersiap meluncurkan roket bermuatan ranjau laut. Sebagai bentuk balasan langsung, IRGC menggempur pangkalan udara King Hussein dan Azraq di Yordania yang dilaporkan mengalami kerusakan parah pada infrastruktur teknisnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam keterangannya, Presiden Masoud Pezeshkian juga mengingatkan bahwa ketidakstabilan di kawasan Teluk dan Timur Tengah hanya akan mendatangkan kerugian besar bagi semua pihak. "Ketidakstabilan dan pergolakan di kawasan ini tidak menguntungkan negara mana pun dan akan menjadi tantangan bagi semua pihak," ungkapnya.
Konfrontasi terbuka ini kembali memanas meskipun kedua negara sebelumnya sempat menandatangani nota kesepahaman perdamaian guna meredakan ketegangan militer. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi turut menuding adanya upaya pihak asing dalam memanipulasi pasar energi global untuk memperpanjang konflik di kawasan.