Jaksa New York Daniel Wiesenfeld menuding kantor Jaksa Agung Letitia James mengarahkan pegawai untuk mencari dan mengejar kasus hukum Donald Trump serta entitas yang berafiliasi dengannya tanpa dasar yang kredibel. Tuduhan ini berawal dari sebuah email internal yang dikirimkan oleh Wiesenfeld, seorang asisten jaksa di Biro Perlindungan Investor Kantor Kejaksaan Agung New York, kepada rekan kerjanya pada Jumat.
Dalam email tersebut, Wiesenfeld menyebutkan bahwa atasannya, Shamiso Maswoswe, mengarahkannya untuk menargetkan Donald Trump, platform Truth Social, hingga perusahaan Hewlett Packard. Laporan media lokal menyebutkan bahwa email itu kemudian dihapus dari server kantor, sementara penasihat umum James, Kumiki Gibson, mengirimkan email susulan yang menyatakan bahwa masalah tersebut adalah urusan internal.
Juru bicara Kantor Kejaksaan Agung New York dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kantornya berkomitmen menegakkan hukum tanpa memandang keyakinan politik. "Ini adalah masalah kepegawaian, dan kami menolak keras segala pernyataan yang menyebutkan adanya penargetan politik," ujar juru bicara tersebut melalui pernyataan tertulis kepada media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAkibat insiden email yang dihapus tersebut, Wiesenfeld dilaporkan telah ditempatkan dalam cuti administratif berbayar oleh pihak kantor kejaksaan. Sementara itu, pihak Gedung Putih melalui juru bicara Lauren Bis mengecam keras tindakan tersebut sebagai bukti politisasi sistem peradilan terhadap Donald Trump dan para lawan politiknya.
Latar Belakang Shamiso Maswoswe dan Kasus Hukum Trump
Shamiso Maswoswe yang memimpin Biro Perlindungan Investor sebelumnya pernah bekerja sebagai pengacara sidang di Bagian Integritas Publik Departemen Kehakiman atau DOJ dari Januari 2016 hingga Desember 2017. Ia kemudian bergabung dengan kantor Letitia James pada Februari 2022 setelah sebelumnya sempat melayangkan gugatan diskriminasi terhadap DOJ.
Dalam dokumen pengadilan tertanggal Februari 2021, Maswoswe menuding DOJ telah memberhentikannya secara tidak adil dan melakukan diskriminasi rasial serta diskriminasi terkait tanggung jawab pengasuhan anak. Perselisihan hukum antara Maswoswe dan DOJ tersebut akhirnya diselesaikan melalui jalur damai pada 2023 dengan kesepakatan pembayaran kompensasi sebesar 795 ribu dolar AS.
Di sisi lain, Letitia James telah lama dikenal sebagai salah satu kritikus dan lawan hukum utama bagi Donald Trump dalam berbagai kasus perdata. James sebelumnya menggagas gugatan penipuan perdata terhadap Trump dan Trump Organization pada 2022 yang sempat menghasilkan hukuman denda finansial masif sebelum akhirnya diputuskan ulang oleh pengadilan banding.
Pihak Gedung Putih mendesak agar praktik penegakan hukum yang dinilai bermuatan politis terhadap keluarga serta sekutu Donald Trump segera dihentikan. Ketegangan antara kubu politik Donald Trump dan kantor Kejaksaan Agung New York ini terus memicu sorotan tajam di tengah dinamika hukum Amerika Serikat.