Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kisah Halestorm, Band Rock Peraih...
INTERNASIONAL

Kisah Halestorm, Band Rock Peraih Grammy yang Guncang Dunia

By Dewi Lestari • 1 min read • 11 Agustus 2026
Ilustrasi vokalis utama Lzzy Hale saat tampil bersama band rock Halestorm di atas panggung

Ilustrasi vokalis utama Lzzy Hale saat tampil bersama band rock Halestorm di atas panggung

Halestorm didirikan di Red Lion, Pennsylvania, Amerika Serikat, oleh kakak beradik Lzzy Hale dan Arejay Hale pada tahun 1997 saat mereka masih berusia remaja. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kelompok musik rock ini mengawali langkah dari kancah lokal sebelum akhirnya bergabung dengan Atlantic Records pada tahun 2005.

Formasi band tersebut diperkuat oleh Lzzy Hale sebagai vokalis utama sekaligus gitaris, Arejay Hale pada drum, Joe Hottinger di posisi gitar, serta Josh Smith memegang bas. Sebagaimana dilaporkan dalam catatan musik internasional, album debut mereka yang dirilis pada tahun 2009 berhasil membuka jalan menuju panggung global.

Mengutip laporan dari berbagai sumber industri musik, puncak prestasi mereka tercipta ketika singel Love Bites (So Do I) sukses memenangkan penghargaan bergengsi Grammy Award untuk kategori Best Hard Rock/Metal Performance pada tahun 2013. Pencapaian tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi band dengan vokalis perempuan di ajang penghargaan tersebut.

Dari analisis Kabayan News, konsistensi dalam menjalani ratusan jadwal tur setiap tahun menjadikan mereka sebagai salah satu ikon paling berpengaruh di kancah rock modern. Kiprah mereka terus berlanjut melalui peluncuran album keenam bertajuk Everest serta penampilan aktif di berbagai festival musik internasional.

Topics
halestorm lzzy hale arejay hale band rock grammy award atlantic records musik rock sejarah musik amerika serikat
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.