Asosiasi Jurnalis Kulit Hitam Amerika atau National Association of Black Journalists memberikan Thumbs Down Award kepada komentator ESPN Stephen A Smith karena komentarnya yang dianggap mendiskreditkan perempuan kulit hitam.
"Saya dibesarkan oleh perempuan kulit hitam, saya memiliki dua anak perempuan, saya punya 10 keponakan, saya punya empat saudara perempuan yang lebih tua, apa yang sebenarnya mereka bicarakan?" ujar Smith merespons kritik tersebut saat tampil di acara NewsNation.
Meskipun kritik terhadap gaya komentar politik Smith dinilai valid, langkah NABJ memberikan sanksi tertinggi ini memicu perdebatan di kalangan pengamat media. Pasalnya, Smith diposisikan sejajar dengan pimpinan lembaga besar yang memiliki pengaruh jauh lebih masif terhadap industri media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain Smith, NABJ juga memberikan sanksi serupa kepada Ketua FCC Brendan Carr, CEO Circle City Broadcasting DuJuan McCoy, CBS News, serta The Washington Post. Sejumlah pihak menilai institusi korporat tersebut memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap pemutusan hubungan kerja jurnalis.
Perbandingan Kekuatan Institusional dan Tokoh Media
Ketimpangan pengaruh antara Smith dan para eksekutif media besar menjadi sorotan utama dalam perdebatan sanksi ini. Para pemimpin korporasi media memiliki kewenangan penuh atas lisensi penyiaran serta kebijakan redaksi yang berdampak langsung pada ribuan pekerja media.
Di sisi lain, Smith tidak memiliki kendali institusional sebesar para eksekutif korporat atau pejabat lembaga pemerintah. Kritik terhadap Smith dinilai lebih tepat diarahkan pada pengaruh platform medianya yang sangat luas.
Di tengah berbagai perdebatan tersebut, rekam jejak Smith dalam membuka peluang karier bagi jurnalis kulit hitam, termasuk perempuan, turut menjadi catatan tersendiri. Sejumlah pihak berpendapat bahwa kontribusi tersebut seharusnya menjadi bahan pertimbangan yang objektif.
Keputusan dewan NABJ telah diambil dan perdebatan mengenai batasan kritik terhadap figur publik di industri media Amerika Serikat masih terus berlanjut.