Pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS ke-47 di U.S. Capitol rotunda Washington DC pada Senin, 20 Januari 2025, berlangsung di tengah pengamanan ketat dan cuaca dingin ekstrem. Prosesi sakral tersebut menandai dimulainya masa jabatan kedua Donald Trump sekaligus masa bakti tunggal JD Vance sebagai wakil presiden dalam sejarah politik Amerika Serikat.
Berdasarkan analisis awak media, perhelatan akbar ini tidak hanya menarik perhatian dunia karena perpindahan kekuasaan politik, tetapi juga mencatat rekor fantastis dalam hal pendanaan. Panitia pelantikan dilaporkan berhasil menghimpun dana hingga USD 239 juta, melampaui rekor pelantikan sebelumnya pada tahun 2017 yang hanya mengumpulkan USD 107 juta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDeretan pemimpin perusahaan teknologi raksasa seperti Sam Altman dari OpenAI, Mark Zuckerberg dari Meta, hingga Jeff Bezos dari Amazon tercatat menggelontorkan sumbangan masing-masing sebesar USD 1 juta. Pengamat menilai gelontoran dana masif dari para petinggi Silicon Valley tersebut merupakan strategi konkret untuk meredakan tekanan regulasi di bawah pemerintahan baru.
Rangkaian acara pelantikan dimulai sehari sebelumnya dengan kunjungan khidmat ke Arlington National Cemetery serta digelarnya "Make America Great Again Victory Rally" di Capital One Arena. "Kami siap membawa lembaran baru bagi kejayaan Amerika," ujar salah satu pendukung setia Donald Trump yang hadir di lokasi.
Meski sempat terkendala cuaca buruk berupa suhu membeku dan angin kencang yang memaksa panitia memindahkan lokasi acara ke dalam ruangan, prosesi pelantikan tetap berjalan khidmat. Tradisi transisi kekuasaan ditutup dengan pertemuan hangat bersama petahana di Gedung Putih sebelum iring-iringan kendaraan resmi bergerak menuju gedung parlemen.