Amerika Serikat membidik figur pengganti pemimpin Kuba melalui strategi khusus yang dirancang demi mendorong reformasi politik serta menekan pengaruh asing di Havana.
Berdasarkan laporan media internasional, langkah Washington tersebut meniru skenario sukses transisi politik di Venezuela saat pergantian kekuasaan mendadak terjadi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara pejabat Gedung Putih mencari tokoh pragmatis dari lingkaran internal pemerintahan maupun kalangan purnawirawan yang dinilai lebih kooperatif.
Namun, analisis intelijen menegaskan bahwa konstelasi politik internal Kuba memiliki karakteristik lebih rumit dan menyerupai struktur kekuasaan di Iran.
Pemerintahan Donald Trump menyodorkan sejumlah tuntutan strategis mencakup liberalisasi ekonomi, pembelian minyak, hingga pengusiran agen asing asal Rusia dan China.
Sebagai timbal balik dari pemenuhan tuntutan tersebut, Washington menjanjikan pencabutan sanksi ekonomi berat serta paket bantuan kemanusiaan bagi warga lokal.
Di tengah keengganan rezim berkuasa untuk tunduk, nama Oscar Perez-Oliva Fraga yang merupakan kerabat keluarga Castro muncul sebagai salah satu kandidat kuat.
Kendati demikian, Washington diprediksi bakal menolak figur tersebut karena dinilai masih merepresentasikan trah politik lama yang anti terhadap kepentingan Amerika Serikat.