Penyitaan Lego McLaren F1 bernilai hampir USD30.000 atau sekitar Rp460 juta dari sebuah van terbengkalai di kawasan Newberry Springs menguak maraknya kasus pembobolan kereta kargo di wilayah Gurun Mojave. Berdasarkan laporan San Bernardino County Sheriff's Department, penemuan tersebut bermula ketika seorang deputi sheriff melakukan pemeriksaan kendaraan terhadap van mencurigakan di persimpangan National Trails Highway dan Pioneer Road.
Petugas melihat tumpukan kotak di dalam van sebelum akhirnya menghubungi BNSF Railway Police karena menduga muatan tersebut berkaitan dengan serangkaian pembobolan kereta api. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, BNSF Police mengonfirmasi bahwa 123 kotak set Lego McLaren F1 dengan estimasi harga USD230 per unit tersebut berasal dari aksi pencurian gerbong kargo.
Berdasarkan analisis Kabayan News, aksi pembobolan kereta kargo di jalur terpencil Gurun Mojave kini telah berkembang menjadi ancaman serius bagi rantai pasok nasional Amerika Serikat. Para pelaku kejahatan terorganisir sering kali memanfaatkan laju lambat kereta barang untuk naik ke atas gerbong, bahkan sengaja merusak selang rem udara guna memaksa kereta berhenti darurat sebelum memindahkan barang curiga ke truk boks.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeEskalasi kejahatan di jalur rel kereta api ini menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak masa pandemi COVID-19 dengan puluhan ribu insiden tercatat oleh asosiasi industri perkeretaapian. Selain kasus mainan Lego, jaringan kriminal lintas negara sebelumnya juga dilaporkan mengincar berbagai barang bernilai tinggi seperti ribuan pasang sepatu merek terkenal di jalur wilayah California.
Pihak berwenang terus memperketat kerja sama lintas lembaga untuk memberantas sindikat kejahatan terorganisir yang membahayakan keselamatan publik serta petugas di lapangan. Juru bicara BNSF, Kendall Sloan menyatakan bahwa tindakan kriminal tersebut secara langsung mengganggu pergerakan barang, mendongkrak biaya bagi konsumen, serta menciptakan situasi berbahaya bagi para pekerja jalur rel.