Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Bette Davis, Ikon Perfilman...
INTERNASIONAL

Profil Bette Davis, Ikon Perfilman Klasik Hollywood

By Dewi Lestari • 2 min read • 12 Agustus 2026
Aktris legendaris peraih Academy Award Bette Davis semasa aktif di industri perfilman Hollywood.

Aktris legendaris peraih Academy Award Bette Davis semasa aktif di industri perfilman Hollywood.

Bette Davis lahir dengan nama Ruth Elizabeth Davis di Lowell, Massachusetts, pada 5 April 1908, dan tumbuh menjadi salah satu bintang terbesar dalam sejarah perfilman klasik Hollywood.

Perjalanan karier seni perannya bermula dari panggung teater Broadway sebelum ia memutuskan pindah ke Hollywood pada tahun 1930 dan bergabung dengan Universal Studios.

Namanya mulai melambung tinggi di kencang industri perfilman setelah pindah ke Warner Bros serta meraih kesuksesan lewat film Dangerous yang membawanya meraih Piala Oscar pertamanya.

Sepanjang masa kejayaannya, ia dikenal sebagai sosok perfeksionis yang berani mengambil peran-peran sulit, sardonis, dan tidak simpatik namun dicintai para penonton.

Puncak Kejayaan dan Penghargaan Bergengsi Bette Davis

Reputasi Bette Davis sebagai aktris papan atas semakin kukuh ketika ia meraih Piala Oscar keduanya melalui penampilan memukau dalam film sejarah Jezebel pada tahun 1938.

Ia juga mencatatkan sejarah sebagai orang pertama yang berhasil mengumpulkan sepuluh nominasi Academy Award untuk kategori akting di sepanjang sejarah perfilman dunia.

Tidak hanya berjaya di layar lebar era keemasan, ia sukses melakukan transisi karier ke televisi dan menyabet penghargaan Emmy Award lewat akting emosionalnya.

Hingga akhir hayatnya, dedikasi tanpa kompromi yang ditunjukkan Bette Davis meninggalkan warisan abadi bagi perkembangan seni peran global.

Topics
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.