Politikus antiperang Boris Nadezhdin memutuskan kabur ke Paris, Prancis, menyusul tindakan keras Moskow terhadap segala bentuk pembangkangan menjelang pemilihan parlemen Rusia yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.
Sosok veteran liberal tersebut sebelumnya melejit namanya pada ajang pemilihan presiden Rusia 2024 ketika kampanyenya secara tak terduga mendulang momentum sebelum akhirnya otoritas pemilu melarangnya maju.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejak kampanye presiden tersebut usai, Nadezhdin yang kini berusia 63 tahun tetap konsisten menjadi salah satu figur publik ternama yang berani menentang invasi militer Rusia ke Ukraina secara terbuka.
Kondisi itu membuat posisinya di dalam negeri semakin tidak nyaman di bawah pengawasan ketat pihak Kremlin yang terus membungkam suara-suara oposisi.
Tekanan politik dan label agen asing paksa Nadezhdin tinggalkan Rusia
Bulan lalu, kurang dari tiga pekan setelah mendaftarkan diri sebagai kandidat pemilihan parlemen bulan September, Nadezhdin sempat ditahan secara singkat atas tuduhan pelanggaran administratif ringan.
Kementerian Kehakiman Rusia kemudian menyematkan status agen asing kepadanya yang disertai dengan aturan pelaporan ketat serta stigma sosial yang kuat di tengah masyarakat.
Rentetan tekanan hukum tersebut secara otomatis menggugurkan haknya untuk berpartisipasi dalam kontestasi politik pemilihan parlemen yang sangat dikendalikan oleh pihak Kremlin.
Menghadapi risiko hukuman penjara yang kian nyata akibat kritik kerasnya, Nadezhdin akhirnya memilih mengamankan diri di luar negeri bersama keluarganya.