Baker Hughes Company merupakan perusahaan teknologi energi global asal Amerika Serikat yang memiliki kantor pusat ganda di Houston, Texas, dan London, Inggris. Sebagai salah satu penyedia jasa ladang minyak serta teknologi energi terbesar di dunia, perusahaan ini menyediakan berbagai produk dan layanan krusial untuk industri minyak dan gas guna mendukung kegiatan eksplorasi, produksi, serta berbagai aplikasi energi dan industri lainnya.
Dalam menjalankan operasional bisnisnya yang berskala internasional, perusahaan ini telah hadir di lebih dari 120 negara dengan fasilitas pendukung yang tersebar di berbagai kawasan penting seperti Australia, Brazil, Singapura, Malaysia, India, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Italia, Jerman, Norwegia, Britania Raya, Namibia, Nigeria, hingga Amerika Serikat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain berfokus pada sektor minyak dan gas konvensional, Baker Hughes juga aktif memproduksi berbagai peralatan canggih yang dapat dimanfaatkan untuk aplikasi industri masa depan. Portofolio teknologi mereka mencakup sektor transisi energi seperti produksi hidrogen, sumber energi panas bumi, peningkatan kapasitas panas bumi, serta teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon.
Perjalanan panjang perusahaan raksasa ini dibentuk melalui proses akusisi berbagai merek serta lini bisnis legendaris selama bertahun-tahun. Akar sejarah Baker Hughes sendiri ditarik kembali pada peristiwa merger besar pada tahun 1987 antara Hughes Tool Company dan Baker Oil Tools, yang kemudian terus berkembang pesat hingga saat ini melalui strategi ekspansi dan inovasi berkelanjutan.
Sejarah Panjang Merger Hughes Tool dan Baker Oil Tools
Cikal bakal Hughes Tool Company bermula pada tahun 1908 ketika mitra bisnis Walter Benona Sharp dan Howard R. Hughes, Sr., mengembangkan mata bor putar kerucut ganda pertama di dunia. Inovasi tersebut dirancang khusus agar proses pengeboran dapat dilakukan secara lebih efektif pada formasi batuan yang jauh lebih keras dan dalam dibandingkan menggunakan alat konvensional sebelumnya.
Sementara itu, sejarah Baker Oil Tools dimulai dari kiprah Reuben C. Baker, seorang pemuda desa yang memulai kariernya di ladang minyak California pada tahun 1895. Berkat kerja keras dan inovasinya, ia berhasil mematenkan sepatu casing pada tahun 1907 yang merevolusi teknik pengeboran sumur minyak dengan memastikan kelancaran aliran minyak dari bagian bawah pipa.
Memasuki tahun 1987, di tengah situasi kelebihan pasokan minyak global yang melanda industri energi, Baker International dan Hughes Tool Company sepakat untuk bergabung melalui transaksi saham senilai 728 juta dolar AS. Merger strategis tersebut resmi melahirkan entitas baru bernama Baker Hughes Incorporated yang kemudian menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di kancah energi internasional.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan terus memperkuat posisinya di kancah global melalui pengembangan teknologi mutakhir di berbagai sektor industri. Meskipun sempat menghadapi dinamika regulasi dan hukum dalam perjalanannya di Amerika Serikat, Baker Hughes tetap konsisten mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam penyediaan solusi teknologi energi dan perminyakan modern.