Datadog merupakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang menyediakan layanan observability untuk aplikasi skala cloud dengan pemantauan server, database, serta tools melalui platform analitik data berbasis SaaS. Perusahaan yang berkantor pusat di New York City ini didirikan pada tahun 2010 oleh Olivier Pomel dan Alexis Le-Quoc setelah keduanya bekerja sama di Wireless Generation.
Ide pendirian perusahaan bermula dari pengalaman mereka dalam mengurangi gesekan antara tim pengembang dan administrasi sistem yang kerap bekerja dengan tujuan berbeda. Mereka merancang Datadog sebagai layanan pemantauan infrastruktur cloud yang dilengkapi dashboard, sistem peringatan, serta visualisasi metrik yang komprehensif bagi para pengguna.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring peningkatan adopsi cloud secara global, perusahaan ini tumbuh pesat dan memperluas cakupan layanan ke berbagai penyedia utama seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, Google Cloud Platform, hingga Red Hat OpenShift. Ekspansi ini membantu perusahaan dalam mengakomodasi kebutuhan manajemen infrastruktur hibrida yang semakin kompleks bagi tim teknik modern.
Perusahaan ini resmi melantai di bursa saham Nasdaq melalui penawaran umum perdana pada bulan September 2019 setelah sebelumnya menolak tawaran akuisisi senilai lebih dari tujuh miliar dolar dari Cisco. Langkah strategis tersebut mengukuhkan posisi mereka sebagai entitas publik independen yang terus mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga kini.
Perjalanan Akuisisi dan Inovasi Teknologi Datadog
Ekspansi bisnis perusahaan dilakukan secara agresif melalui serangkaian akuisisi strategis guna memperkuat portofolio produk keamanan serta analitik data. Pada tahun 2021, perusahaan mengakuisisi Sqreen untuk memperluas kapabilitas keamanan aplikasi runtime, disusul pembelian platform analisis kode statis Codiga pada tahun 2023.
Komitmen terhadap inovasi teknologi terus berlanjut melalui integrasi kapabilitas observability data lewat akuisisi Metaplane serta platform eksperimentasi Eppo untuk mendukung pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan. Seluruh rangkaian akuisisi tersebut dirancang untuk menyatukan manajemen siklus hidup perangkat lunak dalam satu ekosistem terpadu.
Dari sisi arsitektur teknologi, layanan ini menggunakan agen berbasis Go yang dibangun ulang secara menyeluruh sejak peluncuran versi mayor pada tahun 2018 untuk menggantikan basis bahasa Python sebelumnya. Infrastruktur backend perusahaan didukung oleh berbagai teknologi sumber terbuka dan tertutup seperti Apache Cassandra, Kafka, serta PostgreSQL.
Kini, jaringan operasional perusahaan telah menjangkau puluhan negara dengan ribuan karyawan yang tersebar di berbagai pusat teknologi dunia mulai dari Paris, Tokyo, hingga Singapura. Dengan dukungan integrasi yang melampaui ratusan layanan, perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri pemantauan kinerja sistem digital.