Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Perusahaan Sandisk, Raksasa...
INTERNASIONAL

Profil Perusahaan Sandisk, Raksasa Memori Flash Dunia

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Kantor pusat Sandisk di Milpitas California Amerika Serikat

Kantor pusat Sandisk di Milpitas California Amerika Serikat

Sandisk merupakan perusahaan multinasional semikonduktor komputer asal Amerika Serikat yang berpusat di Milpitas, California, dan berfokus pada pengembangan teknologi penyimpanan data berbasis flash memory.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1988 dengan nama awal SunDisk oleh Eli Harari, Sanjay Mehrotra, dan Jack Yuan dengan visi menciptakan penyimpanan data solid-state mandiri.

Pada tahun 1991, SunDisk meluncurkan SSD berbasis flash pertama untuk perangkat IBM dengan kapasitas 20 megabita seharga sekitar seribu dolar Amerika.

Nama perusahaan kemudian resmi berganti menjadi SanDisk pada tahun 1995 guna menghindari kesamaan identitas dengan Sun Microsystems sebelum melantai di bursa saham Nasdaq.

Transformasi dan Akuisisi Strategis Sandisk

Perjalanan bisnis Sandisk diwarnai berbagai langkah ekspansi agresif melalui akuisisi sejumlah perusahaan teknologi terkemuka untuk memperkuat portofolio penyimpanan enterprise.

Pada Mei 2016, Western Digital resmi mengakuisisi SanDisk senilai 16 miliar dolar Amerika setelah melalui proses panjang restrukturisasi korporasi.

Setelah sempat berada di bawah naungan Western Digital, lini bisnis memori flash tersebut kembali dipisah dan resmi melantai mandiri di Nasdaq pada awal tahun 2025.

Kini, Sandisk terus memperbarui identitas merek serta lini produk penyimpanannya untuk mempertahankan posisi strategis di industri semikonduktor global.

Topics
sandisk profil semikonduktor ssd flash memory western digital teknologi amerika serikat nasdaq bisnis
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.