Regeneron Pharmaceuticals, Inc. merupakan perusahaan bioteknologi ternama asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Westchester County, New York. Didirikan pada 1988, perusahaan ini awalnya berfokus pada studi faktor neurotrofik dan kemampuan regeneratifnya, yang kemudian mendasari pemilihan nama perusahaan tersebut.
Perusahaan ini didirikan oleh CEO Leonard Schleifer dan ilmuwan George Yancopoulos. Sepanjang perjalanannya, mereka memperluas operasional ke ranah riset reseptor sitokin dan tirosin kinase, hingga berhasil menciptakan produk pertama mereka berupa VEGF-trap yang revolusioner dalam dunia medis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam upaya pengembangan produk, Regeneron telah melahirkan berbagai inovasi kesehatan. Contoh nyata adalah aflibercept yang berfungsi sebagai inhibitor VEGF, serta rilonacept sebagai pemblokir interleukin-1. Inovasi ini sangat krusial karena VEGF memicu pertumbuhan pembuluh darah, sementara interleukin-1 terlibat dalam proses peradangan tubuh.
Kiprah perusahaan semakin diakui dunia ketika pada 2019, Regeneron dinobatkan sebagai perusahaan publik terbaik ketujuh sepanjang dekade 2010-an. Dengan total pengembalian investasi mencapai 1.457 persen, Regeneron membuktikan posisi kuatnya di pasar farmasi global sekaligus menjadi rumah bagi eksekutif dengan bayaran tertinggi pada tahun 2020.
Inovasi Pengobatan dan Strategi Bisnis Regeneron
Inovasi teknologi menjadi fondasi utama Regeneron, termasuk pengembangan platform Trap yang menciptakan kandidat produk dengan afinitas tinggi untuk molekul sinyal. Selain itu, mereka memiliki rangkaian teknologi paten yang dikenal sebagai VelociSuite, mencakup VelocImmune dan VelociMab, untuk mempercepat pencarian target terapeutik.
Regeneron juga mendirikan anak perusahaan khusus bernama Regeneron Genetics Center yang berfokus pada pengurutan exome manusia. Hingga saat ini, pusat genetik tersebut telah berhasil melakukan pengurutan lebih dari 3.000.000 exome guna mendukung penelitian medis yang lebih presisi dan efektif.
Strategi bisnis Regeneron pun mendapat sorotan, terutama pada 2026. Wall Street Journal mencatat bahwa George Yancopoulos, yang memegang lebih dari 1.000 paten, lebih memilih membangun perusahaan melalui riset internal serta penemuan mandiri daripada melalui strategi akuisisi perusahaan lain.
Salah satu kemenangan besar perusahaan terjadi pada Mei 2025, saat pengadilan Amerika Serikat memenangkan gugatan antimonopoli Regeneron terhadap Amgen. Dalam kasus tersebut, Regeneron dianugerahi ganti rugi total mencapai 406,8 juta dolar AS karena praktik tidak kompetitif yang dilakukan rival mereka terkait akses pasar produk Praluent.