Revvity, Inc. merupakan perusahaan multinasional yang berpusat di Waltham, Massachusetts, Amerika Serikat, dengan fokus utama pada industri ilmu hayati dan diagnostik. Perusahaan ini mengarahkan lini bisnisnya untuk melayani sektor farmasi serta bioteknologi, khususnya dalam pendekatan terapi sel maupun terapi gen modern.
Akar sejarah perusahaan ini bermula dari PerkinElmer, sebuah nama lama yang memiliki beragam lini bisnis. Pada 2022, pemecahan bisnis dilakukan di mana sebagian unitnya dijual ke New Mountain Capital, sementara divisi ilmu hayati dan diagnostik dipertahankan sebagai perusahaan publik dengan nama baru Revvity pada 2023.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNama Revvity sendiri dibentuk dari gabungan kata revolution yang berarti perubahan drastis dalam bahasa Inggris dan vita yang berarti kehidupan dalam bahasa Latin. Dengan estimasi pendapatan awal mencapai 3 miliar dolar AS, perusahaan ini mewarisi sekitar 11.000 karyawan dari total tenaga kerja PerkinElmer sebelumnya.
Dalam perjalanannya, perusahaan mengubah strategi bisnis dengan mengurangi penekanan pada instrumen fisik dan beralih ke pendekatan berbasis reagen serta perdagangan elektronik. Langkah strategis ini diambil guna mengejar margin keuntungan yang lebih tinggi serta fleksibilitas keuangan yang lebih luas.
Inovasi Regulasi dan Kolaborasi Global Revvity
Perusahaan secara konsisten memperkuat portofolio produk melalui berbagai persetujuan regulasi penting. Pada Januari 2025, produk immunoassay bebas testosteron buatan mereka memperoleh izin 510(k) dari FDA, yang kemudian disusul oleh izin tes total testosteron pada Mei 2026 untuk mendukung diagnosis hipogonadisme pada pria.
Selain inovasi diagnostik mandiri, perusahaan aktif menjalin kemitraan strategis dengan berbagai raksasa industri kesehatan. Pada Mei 2023, mereka mengumumkan kesepakatan lisensi non-eksklusif dengan AstraZeneca untuk pemanfaatan teknologi penyuntingan basis Pin-point dalam penelitian terapi sel kanker.
Kolaborasi skala besar juga dijalin bersama Genomics England pada Maret 2025 guna mendukung inisiatif genomik lewat program Generation Study. Program tersebut dirancang untuk menyaring hingga 100.000 bayi baru lahir demi mendeteksi lebih dari 200 jenis gangguan genetik langka secara dini.
Komitmen terhadap teknologi masa depan kian terlihat pada Juli 2026, ketika unit bisnis perangkat lunak mereka bergabung dengan direktori Anthropic. Integrasi ini memungkinkan para ilmuwan memanfaatkan kapabilitas kecerdasan buatan melalui platform Claude untuk mempercepat alur kerja penelitian dan pengembangan.