Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil The Harvard Crimson, Koran...
INTERNASIONAL

Profil The Harvard Crimson, Koran Mahasiswa Tertua di Amerika

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Gedung kantor surat kabar mahasiswa The Harvard Crimson di Cambridge

Gedung kantor surat kabar mahasiswa The Harvard Crimson di Cambridge

Profil The Harvard Crimson mencatat perjalanan panjang sebagai surat kabar mahasiswa tertua di Amerika Serikat yang dikelola sepenuhnya oleh mahasiswa sarjana Harvard College di Cambridge, Massachusetts. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, publikasi ini berdiri pada tahun 1873 dan diakui sebagai salah satu surat kabar kampus harian independen paling bersejarah di Amerika Utara.

Bermula dari terbitan pertama bernama The Magenta pada Januari 1873 meskipun mendapat tentangan dari pihak dekan, surat kabar ini kemudian berganti nama menjadi The Crimson pada tahun 1875 menyusul perubahan warna resmi universitas. Menurut analisis Kabayan News, koran ini berkembang dari media dwimingguan menjadi harian penuh pada tahun 1885 dengan mengusung gaya jurnalisme investigatif yang tajam.

Sepanjang sejarah operasionalnya, The Crimson menempati gedung khusus di 14 Plympton Street sejak tahun 1915 dan terus mempertahankan independensi editorial dari pihak administrasi universitas meskipun staf mahasiswanya tetap mematuhi aturan disiplin kampus. Berbagai liputan investigasi dan laporan eksklusif mengenai pemilihan presiden universitas berhasil diungkapkan oleh para jurnalis muda media ini jauh sebelum diliput oleh media nasional.

Hingga kini, The Crimson tetap menjadi wadah penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan jurnalisme berkualitas tinggi sekaligus memperluas inklusivitas dan keragaman latar belakang sosial ekonomi melalui program bantuan keuangan bagi para editornya.

Topics
the harvard crimson profil media harvard university jurnalisme kampus sejarah amerika
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.