Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Profil Zion Suzuki, Kiper Timnas...
INTERNASIONAL

Profil Zion Suzuki, Kiper Timnas Jepang Kelahiran AS Berkarier di Serie A

By Dewi Lestari • 2 min read • 9 Agustus 2026
Zion Suzuki kiper Timnas Jepang dan klub Parma

Zion Suzuki kiper Timnas Jepang dan klub Parma

Profil Zion Suzuki sebagai penjaga gawang andalan Timnas Jepang kini menarik perhatian publik sepak bola setelah ia memutuskan berkarier di kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A, bersama klub Parma.

Lahir di Newark, New Jersey, Amerika Serikat, pada 21 Agustus 2002, kiper berusia muda ini memiliki darah keturunan dari ayah berdarah Ghana dan ibu berkebangsaan Jepang sebelum akhirnya tumbuh besar di kota Urawa, Saitama.

Berdasarkan penelusuran rekam jejak kariernya, ia menimba ilmu sepak bola sejak usia dini melalui akademi klub lokal Urawa Red Diamonds hingga berhasil mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang menandatangani kontrak profesional pada usia 16 tahun.

Debut profesionalnya bersama Urawa Red Diamonds tercipta pada 2 Maret 2021 dalam ajang J.League Cup melawan Shonan Bellmare, di mana ia langsung mencatatkan clean sheet dan kemudian meraih penghargaan New Hero Award pada musim debutnya.

Perjalanan kariernya terus menanjak ketika ia memutuskan pindah ke Eropa dengan bergabung bersama klub Belgia Sint-Truiden, sebelum akhirnya hijrah ke Italia untuk memperkuat Parma dengan durasi kontrak selama lima tahun.

Di level internasional, ia telah memperkuat berbagai kelompok umur Timnas Jepang hingga dipercaya mengawal gawang Samurai Biru di ajang Piala Asia 2023 serta masuk dalam skuad resmi untuk Piala Dunia 2026.

Topics
zion suzuki parma timnas jepang urawa red diamonds serie a sint-truiden profil pemain sepak bola
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.