Pentas hiburan Super Bowl LX halftime show yang disponsori oleh Apple Music resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia hiburan Amerika Serikat. Acara akbar tersebut berlangsung di Levi's Stadium yang terletak di Santa Clara, California.
Berdasarkan laporan dari berbagai media, rapper asal Puerto Rico Bad Bunny didapuk sebagai penampil utama dalam ajang olahraga bergengsi itu. Penampilan tersebut menandai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang solois Latin memimpin panggung paruh waktu Super Bowl dengan membawakan seluruh lagu menggunakan bahasa Spanyol.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut analisis awak media, pemilihan Bad Bunny tidak lepas dari strategi NFL memperluas basis penggemar Latin di Amerika Serikat. Komunitas tersebut dinilai memiliki pengaruh ekonomi serta jumlah penonton yang sangat masif bagi perkembangan industri olahraga.
Panggung utama diubah sedemikian rupa menyerupai ladang tebu untuk merepresentasikan kehidupan sehari-hari masyarakat Puerto Rico. Tim kreatif menghadirkan lebih dari tiga ratus penari profesional serta berbagai instalasi panggung bergerak guna memperkuat narasi budaya yang diusung.
Sejumlah bintang tamu ternama turut memeriahkan panggung megah tersebut termasuk Lady Gaga dan penyanyi asal Puerto Rico Ricky Martin. Lady Gaga membawakan versi salsa dari lagu populernya yang diiringi oleh band pengiring profesional.
Meskipun menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan politisi konservatif, penampilan tersebut sukses menarik lebih dari 128 juta penonton domestik. Angka itu menjadikannya salah satu pertunjukan paruh waktu paling banyak disaksikan dalam sejarah pertelevisian.
Gubernur California Gavin Newsom bahkan menetapkan tanggal pelaksanaan acara tersebut sebagai Hari Bad Bunny untuk memperingati pencapaian kultural yang luar biasa. Perhelatan akbar itu sukses meninggalkan kesan mendalam bagi jutaan penonton di seluruh dunia.