Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan tanggapan terkait pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto mengenai istilah "londo ireng" yang sempat menjadi sorotan publik.
Menurut Fadli, ucapan tersebut disampaikan oleh kepala negara murni sebagai bentuk candaan atau ice breaking guna mencairkan suasana dalam sebuah kesempatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya kenal Pak Prabowo sudah sangat lama. Pak Prabowo itu sebenarnya orangnya sangat humoris. Jadi kalau mengatakan seperti itu adalah mendekatkan untuk keakraban, ice breaking, dan lain-lain," ujar Fadli di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Meski bernada santai, politisi Partai Gerindra tersebut menilai bahwa penyebutan istilah itu juga berfungsi sebagai pengingat sejarah agar masyarakat selalu waspada.
Fadli Zon Sebut Pihak Tak Bersalah Tak Perlu Tersinggung
Ia menambahkan bahwa dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, selalu ada pihak-pihak yang kerap mementingkan kelompok sendiri ketimbang kepentingan nasional.
"Kalau dulu orang menjadi kolaborator dengan Belanda, dengan penjajah, kemudian menjadi kolaborator dengan Jepang untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya. Jadi jangan lupa, pengkhianat itu ada di mana-mana," tegasnya.
Terkait berbagai kritik yang muncul akibat pernyataan tersebut, Fadli Zon menganggapnya sebagai suatu hal yang wajar dalam alam demokrasi.
Ia bahkan menegaskan bahwa pihak-pihak tertentu seharusnya tidak perlu merasa tersinggung jika memang tidak merasa melakukan tindakan pengkhianatan terhadap negara.