Banyak orang merasa bangga ketika selalu sibuk di kantor karena dianggap sebagai tanda produktivitas dan karier yang cemerlang, padahal kebiasaan ini menyimpan dampak buruk yang tersembunyi.
Sebagaimana diberitakan, budaya kerja always-on membuat seseorang lupa bahwa tubuh dan pikiran sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan energi.
Menurut ulasan gaya hidup profesional, tubuh manusia tidak dirancang untuk terus berada dalam kondisi siap bekerja sepanjang waktu tanpa menghadapi tekanan kronis yang memicu stres.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKondisi tersebut secara langsung dapat mengganggu kualitas tidur, metabolisme tubuh, sistem kekebalan, hingga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Selain masalah fisik, kesibukan tanpa jeda juga membuat pekerja lebih rentan mengalami burnout atau kelelahan emosional ekstrem serta penurunan motivasi.
Di sisi lain, menambah jam kerja tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan hasil, sebab kelelahan justru memicu penurunan konsentrasi dan banyaknya kesalahan.
Oleh karena itu, penting bagi setiap pekerja untuk mengetahui batasan diri dan menyadari kapan harus berhenti sejenak demi menjaga keseimbangan hidup.