Pemerintah Peru kini tengah menggodok kebijakan strategis terkait penataan hari libur nasional. Menteri Ekonomi dan Keuangan Peru, Elmer Cuba, mengungkapkan rencana pemerintah untuk menggeser hari libur yang jatuh di tengah pekan ke hari Jumat.
Dalam konferensi pers yang membahas langkah-langkah ekonomi awal pemerintahan baru, Elmer Cuba menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan menambah atau mengurangi jumlah hari libur yang sudah ada. Namun, pengecualian berlaku untuk tanggal-tanggal krusial seperti 28 Juli, Hari Natal, dan Tahun Baru yang tetap pada tanggal aslinya.
Sebagaimana diwartakan oleh El Comercio, tujuan utama dari pemindahan hari libur ini adalah untuk mengoptimalkan sektor pariwisata domestik. Pemerintah meyakini bahwa dengan libur yang berdekatan dengan akhir pekan, masyarakat akan lebih mudah merencanakan perjalanan wisata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTidak hanya menyasar sektor pariwisata, langkah ini dinilai mampu menekan dampak negatif hari libur terhadap produktivitas industri. Menurut Elmer Cuba, terdapat studi yang menunjukkan bahwa hari libur yang jatuh pada hari Selasa atau Kamis cenderung menurunkan efisiensi kerja.
"Ada studi yang menunjukkan bahwa ketika hari libur jatuh pada hari Selasa dan Kamis, produktivitas turun. Dengan memindahkannya ke hari Jumat, terdapat efek yang lebih kecil pada produktivitas dan efek yang lebih besar pada pariwisata," ujar Elmer Cuba dikutip dari laporan media setempat.
Melalui optimasi ini, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat untuk berwisata dengan menjaga stabilitas ekonomi dan efisiensi di tempat kerja.