Sebagaimana diwartakan oleh majalah GQ EspaƱa, kepergian aktor legendaris Tim Curry menyisakan duka mendalam sekaligus mengingatkan dunia pada besarnya pengaruh sang seniman terhadap berbagai lintas generasi.
Aktor multitalenta tersebut dikenal lewat banyak peran ikonis sepanjang kariernya, mulai dari badut Pennywise versi orisinal hingga Kapten John Silver, namun wajah bermakeup tebal sebagai Dr. Frank-N-Furter tetap menjadi peninggalan paling membekas di media.
Karakter Dr. Frank-N-Furter pertama kali diperkenalkan lewat film cult klasik The Rocky Horror Picture Show yang dirilis pada tahun 1975 setelah sukses di panggung teater London.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun awalnya sempat mengalami kegagalan secara komersial, film tersebut perlahan bertransformasi menjadi fenomena global ketika penonton mulai datang dengan kostum, menari, dan berinteraksi langsung di dalam bioskop.
Dikutip dari laporan media tersebut, kesuksesan kultus film itu sangat bergantung pada aura kuat yang dipancarkan oleh Tim Curry saat mengenakan korset, stoking jaring, dan riasan tebal dengan penuh percaya diri.
Desainer kostum Sue Blane memegang peran penting di balik siluet ikonik tersebut, memadukan gaya glam rock dengan anggaran terbatas hingga melahirkan estetika yang kelak menginspirasi gerakan punk hingga goth.
Estetika panggung yang merayakan artifisialitas dan kebebasan berekspresi ini turut membuka jalan bagi lahirnya kultur drag kontemporer serta tren fesyen androgini para pesohor dunia masa kini.
"Jangan impikan itu, jadilah itu," demikian pesan abadi yang disuarakan melalui karakter ikonik tersebut, yang kini terus bergema dalam kebebasan berekspresi generasi modern.