Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / IDI Jatim Pede Hadapi Dokter Asing,...
NASIONAL

IDI Jatim Pede Hadapi Dokter Asing, Modal Utama Bahasa dan Budaya

By Redaksi Kabayan News 3 min read 22 Agustus 2026
Ketua IDI Jatim dr Budi Himawan tegaskan dokter lokal unggul dalam bahasa dan budaya saat hadapi persaingan dokter asing

Ketua IDI Jatim dr Budi Himawan tegaskan dokter lokal unggul dalam bahasa dan budaya saat hadapi persaingan dokter asing

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi persaingan tenaga medis global, seiring dengan wacana pemerintah untuk memperluas akses bagi dokter asing di tanah air. Ketua IDI Jawa Timur, dr Budi Himawan, SpU, FICS, menekankan bahwa dokter Indonesia memiliki modal krusial yang tidak dimiliki oleh tenaga medis luar negeri, yakni kedekatan emosional serta pemahaman mendalam terhadap bahasa dan budaya lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi menyikapi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang membuka opsi mendatangkan dokter asing untuk menutupi kekurangan tenaga medis spesialis di berbagai pelosok daerah. Isu kekurangan dokter ini memang menjadi perhatian serius, mengingat rasio dokter di beberapa wilayah, seperti di Pulau Madura, masih terbilang rendah dengan proporsi satu dokter untuk melayani 7.000 penduduk.

Budi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menutup diri terhadap kehadiran dokter asing, terlebih dengan adanya kesepakatan mobilitas tenaga profesional di kawasan ASEAN. Meski demikian, IDI terus berfokus memperkuat kualitas profesi, terutama dalam hal disiplin dan etika kerja agar para dokter dalam negeri tetap mampu unggul dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Dikutip dari laporan media, terdapat kebutuhan mendesak akan tambahan 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten/kota serta 84.781 dokter umum di 505 wilayah di Indonesia. Merespons tantangan tersebut, Budi mendorong seluruh anggota IDI, khususnya IDI Cabang Bangkalan, untuk terus memupuk soliditas dan meningkatkan kompetensi demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Budi menyoroti bahwa kehadiran dokter asing sejauh ini cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar atau kawasan dengan nilai ekonomi tinggi seperti Jakarta dan Bali. Menurutnya, hambatan komunikasi dan perbedaan karakter tetap menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis asing yang ingin masuk ke daerah lain di Indonesia.

Sebagaimana diwartakan, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan jumlah tenaga medis melalui jalur pendidikan, salah satunya dengan pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ketersediaan tenaga dokter lokal yang mampu memahami kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah Madura secara spesifik.

Topics
idi jatim dokter asing kesehatan prabowo subianto bangkalan pendidikan kedokteran
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.