Amazon Prime Video rupanya tidak hanya diposisikan sebagai sekadar platform hiburan digital. Berdasarkan laporan media UOL, raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini mengusung strategi bisnis yang unik dengan memperlakukan platform streaming tersebut layaknya sebuah pusat perbelanjaan atau ritel.
Dalam sebuah acara di Mexico City, petinggi perusahaan mengumumkan rencana investasi fantastis lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp 10,35 triliun untuk kawasan Amerika Latin pada periode 2027 hingga 2030. Dana masif ini dipersiapkan untuk menggenjot produksi konten lokal, hak siar olahraga, hingga lisensi tayangan regional termasuk di Brasil.
Joab Galindo, selaku Direktur Kanal dan Marketplace Prime Video untuk kawasan Amerika Latin, Kanada, dan Australia, menegaskan bahwa pada dasarnya platform tersebut tetap beroperasi sebagai sebuah perusahaan ritel. "Prime Video, pada kenyataannya, tidak lebih dari sekadar manfaat dari Amazon Prime," timpal Gustavo Coelho, Direktur Olahraga regional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKonsep ritel atau marketplace ini diterapkan dengan cara membuka ruang bagi pihak ketiga untuk memasarkan produk dan layanan mereka dalam satu atap digital. Pengguna dapat berlangganan puluhan kanal tambahan seperti HBO Max, Globoplay, hingga layanan siaran olahraga tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
Meski harus bersaing sekaligus bermitra dengan berbagai penyedia konten lain di dalam platformnya, pihak manajemen meyakini langkah ini memberikan kebebasan maksimal bagi penonton. Dengan sistem ikon yang jelas untuk konten gratis dan berbayar, Amazon berupaya menghadirkan pengalaman hiburan yang terpusat dan mudah diakses oleh jutaan pelanggannya.