Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Jejak Sejarah Nusantara, Dari...
NASIONAL

Jejak Sejarah Nusantara, Dari Pertemuan Lempeng Hingga Kolonial

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Peta dan ilustrasi sejarah Nusantara dari era prasejarah hingga zaman kolonial

Peta dan ilustrasi sejarah Nusantara dari era prasejarah hingga zaman kolonial

Catatan mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi di kepulauan antara Benua Asia dan Benua Australia sebelum berdirinya Republik Indonesia dikenal sebagai sejarah Nusantara. Wilayah daratan Nusantara terbentuk dari dua ujung Superbenua Pangaea di Era Mesozoikum, yang kemudian bergerak mendekat dan membentuk selat besar antara Paparan Sunda di barat serta Paparan Sahul di timur.

Pertemuan Lempeng Eurasia di barat, Lempeng Indo-Australia di selatan, dan Lempeng Pasifik di timur laut menjadikan kawasan ini sebagai daerah vulkanik aktif yang kaya mineral. Situasi geografi tropika dengan laut hangat serta arus laut yang kaya sumber daya turut membentuk ekosistem dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Dari sudut persebaran makhluk hidup, wilayah ini menjadi titik pertemuan dua provinsi flora dan tipe fauna yang berbeda akibat proses evolusi terpisah. Fosil-fosil Homo erectus yang ditemukan di beberapa tapak di Jawa menunjukkan kemungkinan kontinuitas populasi dari 1,7 juta tahun hingga 50.000 tahun yang lalu.

Migrasi manusia modern masuk ke wilayah Nusantara diperkirakan terjadi pada rentang waktu antara 70.000 dan 60.000 tahun yang lalu. Masyarakat berfenotipe Austrolomelanesoid memasuki kawasan Paparan Sunda dan bergerak ke timur sebagai pendukung kultur Paleolitikum yang hidup meramu.

Zaman Kolonial dan Perjanjian Perdagangan

Nusantara

Keahlian bangsa Portugis dalam navigasi, pembuatan kapal, dan persenjataan memungkinkan mereka melakukan ekspedisi eksplorasi serta ekspansi. Bangsa Portugis menjadi bangsa Eropa pertama yang tiba di kepulauan yang sekarang menjadi Indonesia untuk menguasai sumber rempah-rempah berharga.

Pada awal abad ke-16, pelabuhan perdagangan penting di pantai utara Pulau Jawa sudah dikuasai oleh Kesultanan Demak. Raja Sunda Sri Baduga atau Prabu Siliwangi kemudian mencari bantuan kepada Portugis untuk menjamin kelangsungan pelabuhan utama kerajaan dari pengaruh Demak.

Utusan raja Sunda yaitu putra mahkota Surawisesa dikirim ke Malaka pada tahun 1512 dan 1521 untuk meminta Portugis menandatangani perjanjian dagang lada serta memberi hak membangun benteng di Sunda Kelapa.

Pihak Portugis siap membentuk koalisi dengan Sunda pada tahun 1522 untuk memperoleh akses perdagangan lada yang menguntungkan. Komandan benteng Malaka saat itu mengirim kapal di bawah komandan Kapten Enrique Leme ke Sunda Kelapa beserta barang berharga.

Topics
sejarah nusantara prasejarah geologi migrasi kolonial portugis sunda kelapa sunda sahul
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.