Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Mengenal Perayaan Chuseok, Tradisi...
NASIONAL

Mengenal Perayaan Chuseok, Tradisi Panen Raya Korea Selatan

By Redaksi Kabayan News 2 min read 16 Agustus 2026
Kue beras tradisional songpyeon dan hidangan khas saat perayaan festival Chuseok di Korea Selatan

Kue beras tradisional songpyeon dan hidangan khas saat perayaan festival Chuseok di Korea Selatan

Chuseok adalah perayaan festival panen raya terbesar di Korea Selatan yang jatuh pada hari ke-15 bulan ke-8 kalender lunisolar saat bulan purnama bersinar terang. Festival penting ini dirayakan masyarakat Korea sebagai wujud rasa syukur atas limpahan hasil panen sekaligus momen untuk mengenang jasa para leluhur.

Perayaan tradisional ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut di Korea Selatan, mencakup hari sebelum dan sesudah bulan purnama. Jutaan warga di sana berbondong-bondong meninggalkan kota besar untuk pulang ke kampung halaman demi berkumpul bersama keluarga tercinta.

Banyak tradisi unik yang melekat erat pada momen libur nasional tersebut, mulai dari ritual penghormatan di rumah hingga kunjungan ke makam leluhur. Suasana hangat ini menjadikan Chuseok sebagai salah satu waktu paling dinantikan setiap tahunnya oleh seluruh masyarakat.

Berbagai persiapan matang dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari tiket transportasi yang ludes terjual hingga persiapan hidangan spesial. Seluruh aktivitas perkantoran, bank, hingga pertokoan tutup sementara agar warga bisa menikmati liburan dengan tenang.

Tradisi Unik dan Kuliner Khas Selama Perayaan Chuseok

Masyarakat Korea menjalankan ritual Charye dan Seongmyo sebagai bagian utama dari rangkaian perayaan Chuseok. Ritual Charye merupakan kegiatan mempersembahkan makanan hasil panen terbaik kepada arwah leluhur di rumah masing-masing.

Selain ritual keagamaan dan penghormatan, perayaan ini selalu dimeriahkan dengan hidangan kue beras tradisional bernama songpyeon. Kue beras berbentuk setengah bulan ini dibuat dengan berbagai isian manis dan dikukus di atas lapisan daun pinus segar.

Berbagai permainan rakyat warisan leluhur turut dimainkan untuk memeriahkan suasana kebersamaan musim gugur. Mulai dari tarian tradisional Ganggangsullae hingga pertandingan gulat rakyat Ssireum menjadi tontonan menarik di berbagai daerah.

Perbedaan cara merayakan juga terlihat jelas di Korea Utara, di mana warga di sana menghadapi berbagai kendala ekonomi dan transportasi. Kendati demikian, esensi kebersamaan dan rasa syukur tetap menjadi fondasi utama dari perayaan tradisional lintas generasi ini.

Topics
chuseok korea selatan budaya korea songpyeon tradisi festival panen libur nasional sejarah korea
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.