Gelaran Festival Mbois 11 di Kota Malang tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena kemeriahannya, acara ini justru diterpa gelombang pengunduran diri dari sejumlah pengisi acara akibat polemik mural yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Sebagaimana diwartakan, sebanyak lima band lokal dan seorang pembawa acara memutuskan untuk menarik diri dari daftar penampil. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap isu mural yang sebelumnya mencuat ke permukaan.
Ketua Panitia Festival Mbois 11, Gedeon Soerja Ardi, menyatakan pihaknya menghormati keputusan para peserta tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak penyelenggara tidak akan memaksakan kehendak bagi mereka yang ingin mundur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Ya, kami menghormati keputusan mereka terkait adanya satu hal yang viral kemarin. Kami menghormati karena itu salah satu bentuk solidaritas mereka," ujar Gedeon pada Jumat (21/8/2026).
Akibat rentetan pengunduran diri yang terjadi secara bertahap, panitia terpaksa melakukan penyesuaian ulang terhadap jadwal pertunjukan atau rundown acara. Gedeon mengakui bahwa situasi tersebut menuntut fleksibilitas tim penyelenggara di lapangan.
"Yang pasti kami merubah rundown-nya, karena mereka tidak secara bersamaan. Hari ini satu, nanti tiga jam lagi satu," tambahnya.
Meski terjadi perubahan pada line-up pengisi acara, pihak penyelenggara memastikan bahwa sistem tiket dan agenda utama Festival Mbois 11 tetap berjalan sesuai rencana. Gedeon juga menegaskan bahwa daftar bintang tamu yang telah diundang tidak mengalami perubahan.
Menanggapi isu internal yang beredar, Gedeon memastikan bahwa panitia inti festival tetap solid. Ia juga mengklarifikasi bahwa kabar keluarnya satu orang dari Malang Creative Fusion (MCF) tidak memiliki kaitan langsung dengan kepanitiaan festival tersebut.