Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Profil Kecamatan Ngawi, Jantung Ibu...
NASIONAL

Profil Kecamatan Ngawi, Jantung Ibu Kota Kabupaten Ngawi

By Septy Nusaira Gehntari 3 min read 2 September 2026
Profil Kecamatan Ngawi sebagai ibu kota Kabupaten Ngawi Jawa Timur

Profil Kecamatan Ngawi sebagai ibu kota Kabupaten Ngawi Jawa Timur

Kecamatan Ngawi merupakan wilayah yang sekaligus berfungsi sebagai ibu kota Kabupaten Ngawi di Provinsi Jawa Timur dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di daerah tersebut. Berdasarkan data pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk di kecamatan ini mencapai 85.817 jiwa dengan tingkat kepadatan sekitar 1.216 jiwa per kilometer persegi dari total luas wilayah 70,57 kilometer persegi.

Secara geografis, wilayah ini terletak 183 kilometer sebelah barat Surabaya dan 610 kilometer sebelah timur Jakarta serta diapit oleh dua sungai besar, yakni Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Sekitar 48 persen atau 33,87 kilometer persegi dari total wilayahnya merupakan area persawahan, sungai, dan perkebunan, sementara sisanya digunakan untuk pemukiman serta fasilitas perkotaan.

Asal-usul nama wilayah ini berakar dari kata awi yang berarti bambu dengan tambahan huruf sengau di depannya karena lokasinya yang berada di bantaran sungai. Eksistensi wilayah ini telah tercatat sejak masa pemerintahan Airlangga hingga era Kerajaan Majapahit, termasuk dalam catatan Prasasti Cangu yang diterbitkan pada tahun 1358 masehi.

Pemerintahan di wilayah ini dipimpin oleh seorang camat bernama Dodi Aprilasetia yang didampingi oleh sekretaris camat Agung Wahyu Wibowo. Sektor pertahanan dan keamanan di wilayah perkotaan ini juga didukung oleh keberadaan markas Kodim 0805, Batalyon Armed 12, serta Polres Ngawi.

Sejarah dan Ragam Budaya Lokal di Kecamatan Ngawi

Jejak sejarah kolonial di wilayah ini ditandai dengan keberadaan Benteng Van den Bosch atau yang lebih dikenal sebagai Benteng Pendem yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda antara tahun 1839 hingga 1845. Benteng pertahanan tersebut didirikan di sudut pertemuan antara sungai Bengawan Solo dan Bengawan Madiun guna menguasai jalur perdagangan strategis di Jawa Timur.

Mayoritas penduduk yang menghuni wilayah ini adalah Suku Jawa dengan penggunaan bahasa sehari-hari yang didominasi oleh bahasa Jawa dialek Mataraman. Selain itu, terdapat pula berbagai komunitas pendatang dari beragam suku bangsa lain seperti Madura, Sunda, Tionghoa, hingga Bali yang turut membentuk keragaman sosial di pusat kabupaten ini.

Kekayaan budaya lokal di daerah ini salah satunya tercermin melalui kesenian Tari Orek-Orek yang populer sejak dekade 1980-an. Tarian tradisional tersebut dibawakan oleh sepasang pemuda-pemudi dengan gerakan dinamis yang merefleksikan kisah historis masa lalu di bawah kendali pemerintahan kolonial.

Kehidupan beragama di wilayah ini juga sangat beragam dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam sebesar 97,06 persen yang didukung oleh keberadaan Masjid Agung Baiturrahman. Sebagian penduduk lainnya menganut agama Kristen, Buddha, Hindu, serta aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Topics
kecamatan ngawi kabupaten ngawi jawa timur benteng van den bosch sejarah demografi budaya jawa pemerintahan
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.