Bangil adalah ibu kota Kabupaten Pasuruan yang dipindahkan dari Kota Pasuruan sejak tahun 2016 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2016. Wilayah ini menjadi salah satu pusat ekonomi Kabupaten Pasuruan bagian barat dengan populasi mencapai 85.504 jiwa pada tahun 2024 serta terletak di Jalur Pantura yang strategis.
Kecamatan seluas 44,60 km² ini memiliki fasilitas publik yang lengkap seperti Alun-alun Bangil, Masjid Agung, RSUD Bangil, hingga Stasiun Bangil yang melayani pemberhentian kereta dari Surabaya, Malang, sampai Banyuwangi. Selain itu, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo di sebelah utara ini juga terkenal bersih dan pernah meraih Piala Adipura untuk kategori kota kecil.
Bangil menyimpan nilai historis yang mendalam karena pernah menjadi kabupaten tersendiri pada masa kolonial Belanda sebelum akhirnya dilebur ke Kabupaten Pasuruan pada tahun 1935. Kawasan ini juga menjadi lokasi pertempuran terakhir pahlawan nasional Untung Suropati melawan VOC sekitar tahun 1706 serta lekat dengan legenda pejuang rakyat Sakera.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai pusat kebudayaan dan keagamaan, Bangil mendapat julukan Kota Santri karena masyarakatnya yang relijius serta banyaknya pondok pesantren besar seperti Ponpes Darullughah Wadda'wah. Di samping itu, wilayah ini dikenal sebagai sentra kerajinan bordir dengan sebutan Bangkodir serta terkenal akan kekayaan kuliner khasnya yaitu nasi punel.
paragraph 1
paragraph 2
paragraph 3
paragraph 4