Goncalo Ramos resmi menjadi rekrutan termahal AC Milan pada bursa transfer musim panas 2026 setelah didatangkan dari Paris Saint-Germain dengan mahar senilai 75 juta euro. Penyerang asal Portugal tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki keraguan ketika kesempatan untuk bergabung dengan klub raksasa Italia itu datang.
"Ketika saya mendengar ada kesempatan untuk datang ke sini, saya tidak punya keraguan bahwa ini adalah pilihan yang tepat," ujar Ramos dalam wawancara perdananya dengan Milan TV, Selasa 19 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa keputusan besar tersebut diambil karena keyakinannya untuk langsung menyatu dengan proyek klub.
Faktor utama lain yang memikat hati pemain berusia 25 tahun itu adalah visi dari sang pelatih yang dinilainya sejalan dengan pemikirannya tentang sepak bola. Kepercayaan penuh dari jajaran pelatih memberikan motivasi tambahan baginya untuk segera memberikan kontribusi nyata di atas lapangan hijau.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain faktor taktik, ikatan emosional masa kecil turut memperkuat keputusannya hijrah ke San Siro karena AC Milan merupakan tim favorit mendiang ayahnya. Kehadiran rekan setim baru yang menyambutnya dengan hangat membuat proses adaptasinya berjalan sangat positif menjelang bergulirnya kompetisi.
Mentalitas Juara dan Perjalanan Karier Goncalo Ramos
Bagi Ramos, aspek mentalitas memiliki posisi jauh lebih penting dibandingkan sekadar talenta individu dalam mengarungi ketatnya kompetisi level tertinggi. Pemain timnas Portugal tersebut menyadari tekanan besar yang menanti di AC Milan dan siap menghadapinya dengan keyakinan diri yang kokoh.
"Mentalitas lebih penting daripada talenta karena jika Anda tidak memiliki mentalitas yang tepat, Anda tidak akan pernah bermain untuk tim-tim terbaik di dunia," tegas mantan penyerang Benfica tersebut. Pengalaman merengkuh trofi Liga Champions bersama Paris Saint-Germain menjadi modal berharga bagi mental juaranya.
Perjalanan karier profesional Ramos di bangun dari kerja keras luar biasa sejak usianya menginjak 12 tahun ketika ia meninggalkan Algarve demi bergabung dengan akademi Benfica. Pengorbanan besar tersebut terbayar tuntas lewat pencapaian gemilang yang membawanya malang melintang di klub top Eropa sebelum akhirnya berlabuh di Italia.
Menyongsong musim kompetisi baru bersama AC Milan, Ramos menetapkan target tinggi untuk memborong banyak trofi dan mencetak gol sebanyak mungkin bagi klub. Ia pun tidak sabar untuk segera menampilkan kemampuan terbaiknya di depan puluhan ribu pendukung setia Rossoneri.