Liverpool terpaksa menyetujui penjualan Curtis Jones ke Inter Milan senilai 30 juta poundsterling setelah tercapai kesepakatan lisan antara kedua klub pada hari Rabu, 19 Agustus 2026. Fabrizio Romano melaporkan bahwa pemeriksaan medis untuk gelandang berusia 25 tahun itu kini sedang dijadwalkan sebelum kepindahannya ke San Siro resmi rampung.
Meskipun The Athletic menyebutkan bahwa kesepakatan akhir masih dalam proses, arah kepindahan pemain asli Toxteth tersebut sudah terlihat jelas sejak beberapa waktu lalu. Jurnalis James Pearce menuliskan bahwa kepindahan Curtis Jones pada bursa transfer musim panas ini telah menunjukkan gelagat kuat setelah kontraknya hanya menyisakan 12 bulan.
Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak pemain bersangkutan telah lama macet total, terlebih setelah sang gelandang tidak dimainkan dalam pertandingan pramusim melawan AS Monaco dan Como 1907. Kondisi tersebut membuat manajemen klub tidak memiliki banyak pilihan selain merestui kepergian pemain lokal satu-satunya di skuad utama asuhan Andoni Iraola.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKehilangan pemain didikan akademi sendiri tentu meninggalkan penyesalan mendalam bagi para pendukung setia Liverpool, khususnya dengan nilai transfer sebesar 30 juta poundsterling yang dinilai relatif kecil di pasaran saat ini. Kendati demikian, klub memilih opsi realistis daripada harus kehilangan sang pemain secara cuma-cuma pada musim panas tahun depan seperti kasus beberapa pemain lainnya.
Tantangan Liverpool Cari Pengganti Sebelum Bursa Tutup
Kepindahan Curtis Jones secara otomatis mengurangi kedalaman lini tengah Liverpool yang kini ditangani oleh manajer Andoni Iraola untuk mengarungi kompetisi musim 2026/27. Situasi ini dinilai cukup riskan apabila salah satu dari gelandang utama seperti Dominik Szoboszlai, Ryan Gravenberch, atau Alexis Mac Allister harus absen dalam jangka waktu lama.
Direktur Olahraga Liverpool Richard Hughes kini dituntut bekerja ekstra keras dalam dua pekan terakhir bursa transfer untuk mendatangkan pemain pengganti yang sepadan. Selain mencari amunisi baru di lini tengah, manajemen klub juga harus memikirkan opsi penguatan lini serang agar kedalaman skuad tetap terjaga kompetitif.
Risiko kehilangan pemain tanpa hasil finansial di masa mendatang menjadi pertimbangan krusial bagi klub-klub besar Premier League dalam mengelola kontrak para pemain bintangnya. Kebijakan melepas pemain sebelum kontrak habis terbukti menjadi langkah preventif agar klub tidak merugi secara finansial di kemudian hari.
Kini publik Anfield menantikan langkah taktis selanjutnya dari manajemen dalam mendatangkan pemain baru sebelum bursa transfer musim panas resmi ditutup demi menghadapi ketatnya persaingan musim ini.