Analisis kekuatan dan kelemahan Celtic menjadi sorotan usai laga uji coba melawan AC Milan yang berakhir imbang 2-2. Tim asuhan Brendan Rodgers menunjukkan dua wajah berbeda antara babak pertama yang dominan dan babak kedua yang rapuh. Performa ini mencerminkan kondisi pra-musim di mana ketahanan fisik masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Kekuatan utama Celtic terletak pada intensitas dan efektivitas babak pertama. Meskipun hanya menguasai 44% bola, Celtic menciptakan tiga peluang emas dan unggul 2-0 lewat gol Camilo Durán (11') dan James Forrest (28'). Akurasi umpan mencapai 87% dari 471 operan, menunjukkan sirkulasi bola yang rapi meski bermain transisi. Kombinasi Durán dan Forrest di lini depan sangat padu, dengan Durán mencetak satu gol dan satu assist.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, kelemahan fatal Celtic muncul di awal babak kedua. Mereka kehilangan konsentrasi dan kebobolan dua gol cepat dalam lima menit (47" dan 52') setelah AC Milan melakukan perombakan taktis dengan memasukkan Chukwueze dan Camarda. Garis pertahanan, terutama Cameron Carter-Vickers yang melakukan pelanggaran di kotak penalti, menunjukkan kerentanan terhadap serangan silang dan duel udara. Gol kedua Camarda berasal dari sundulan bebas memanfaatkan umpan silang Chukwueze.
Disiplin bertahan juga menjadi catatan penting. Celtic terlalu mudah memberikan set piece di area berbahaya dan menerima kartu kuning akibat frustrasi, seperti yang dilakukan Kieran Tierney di menit 50'. Pelanggaran berbahaya ini menunjukkan keterlambatan dalam melakukan tackle dan kurangnya ketenangan saat tekanan meningkat. Menurut pengamatan tim redaksi, hal ini menjadi sinyal alarm bagi Rodgers menjelang kompetisi resmi.
Callum McGregor menjadi jangkar permainan Celtic di lini tengah. Gelandang berpengalaman ini banyak memenangkan pelanggaran di area defensif untuk memutus momentum lawan dan menstabilkan alur bola. Perannya sebagai tempo setter sangat krusial, terbukti saat ia ditarik keluar di pertengahan babak kedua, struktur serangan balik Celtic mendadak tumpul dan kehilangan ancaman utama.
Satu catatan menarik dari laga ini adalah ketergantungan masif Celtic pada starter utama. Begitu Durán, Forrest, dan McGregor diganti, tim kehilangan daya gedor dan kreativitas. Pemain pengganti seperti Alex Oxlade-Chamberlain dan Thomas Hatton mendapatkan peluang emas di menit 83" dan 85', namun gagal memanfaatkannya menjadi gol kemenangan. Ini menunjukkan kedalaman skuad yang masih perlu ditingkatkan.
Hal yang harus segera diperbaiki Celtic adalah respons terhadap perubahan taktik lawan dan pengawasan udara di kotak penalti. Koordinasi lini belakang saat menghadapi aerial duel terbukti rapuh, sementara in-game management terhadap perubahan tempo musuh masih lambat. Mengingat ini adalah laga pra-musim, kondisi fisik yang menurun drastis setelah jeda turun minum menjadi peringatan dini bagi Rodgers untuk membenahi ketahanan pemain.