Chelsea dan Tottenham Hotspur mengawali musim kompetisi Premier League 2026/2027 dengan lembaran baru penuh optimisme, skuad segar, serta kebebasan dari beban pertandingan tengah pekan di Eropa. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, absennya kedua klub London tersebut dari turnamen UEFA justru menyimpan keuntungan besar yang jarang disadari banyak pihak.
Berdasarkan data historis sejak musim 2008/2009, sebuah klub dari kelompok "big six" yang absen dari kompetisi Eropa pada musim berikutnya tercatat mengalami peningkatan jumlah poin dan posisi klasemen sebanyak 11 kali kesempatan. Tingkat keberhasilan tersebut mencapai 91 persen, di mana 10 di antaranya sukses mendongkrak performa secara drastis.
Sebagai contoh nyata masa lalu, Chelsea pernah finis di peringkat ke-10 pada musim 2015/2016 sebelum akhirnya di bawah asuhan manajer Antonio Conte mampu melesat menambah 43 poin dan merengkuh gelar juara Liga Inggris musim berikutnya. Pola serupa juga dialami Tottenham Hotspur ketika mereka melompat ke peringkat kelima klasemen akhir usai terbebas dari jadwal padat benua biru.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan Sky Sports, rata-rata lonjakan poin yang didapatkan tim-tim Inggris pada musim tanpa kompetisi Eropa mencapai angka 16 poin dengan kenaikan posisi hingga hampir lima tingkat di tangga klasemen. Dari total 11 sekuens historis tersebut, tujuh di antaranya bahkan berhasil mengakhiri musim di zona empat besar.
Musim ini, skuad asuhan Xabi Alonso di kubu Stamford Bridge serta racikan taktik Roberto De Zerbi di Tottenham Hotspur bakal mendapatkan keuntungan berupa pekan latihan lebih utuh dan minimnya rotasi pemain ekstrem. Menurut analisis Kabayan News, faktor kebugaran fisik serta pemulihan prima ini menjadi katalisator penting dalam perburuan poin maksimal.
Kendati demikian, peningkatan performa kedua klub tidak semata-mata bergantung pada jumlah laga yang lebih sedikit saja. Sentuhan taktik kepelatihan, kedatangan pemain berpengalaman, serta peningkatan konsistensi bintang lapangan seperti Cole Palmer dan James Maddison tetap menjadi variabel penentu utama dalam mengarungi ketatnya persaingan Liga Inggris.