Analisis Kabayan News menunjukkan bahwa Real Madrid masih kesulitan menemukan figur sepadan untuk mengisi kekosongan pos pengatur permainan sepeninggal Toni Kroos. Musim terakhir gelandang asal Jerman tersebut mencatatkan rata-rata lebih dari seratus operan per sembilan puluh menit di ajang La Liga dengan tingkat akurasi mencapai sembilan puluh lima persen.
Berdasarkan data statistik dari lembaga analitik Driblab, tidak ada satupun gelandang Real Madrid musim lalu yang masuk dalam jajaran dua puluh besar pemain dengan operan menembus lini terbanyak di liga-liga top Eropa. Hal ini memicu kritik bahwa para pemain tengah Los Blancos kurang cepat dalam melakukan sirkulasi bola serta minim memberikan umpan terobosan berbahaya ke lini depan.
Sebagaimana dilaporkan dalam kajian taktik tersebut, anggapan bahwa pengatur tempo harus selalu mengalirkan bola dengan cepat ternyata merupakan sebuah miskonsepsi. Pengendali permainan handal justru mengerti kapan harus menahan bola beberapa detik atau memperlambat ritme pertandingan sesuai situasi di lapangan hijau.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah nama pemain bintang seperti Angelo Stiller, Adam Wharton, hingga Aleix García sempat masuk dalam daftar radar incaran untuk memperkuat sektor gelandang tengah Los Blancos. Kendati demikian, manajemen klub juga mempertimbangkan opsi internal dengan memaksimalkan potensi pemain muda berbakat seperti Arda Güler untuk mengemban peran krusial tersebut.