Arsenal bersiap menghadapi tantangan besar dalam misi mempertahankan gelar Premier League musim ini di tengah catatan sejarah klub yang mencatat sembilan kali kegagalan beruntun sebagai juara bertahan.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menegaskan bahwa timnya tidak ingin sekadar mengenang status sebagai juara bertahan, melainkan fokus menatap tantangan baru untuk menyerang gelar juara berikutnya.
Sejak terakhir kali mencetak tiga gelar beruntun pada musim 1934-1935, Meriam London selalu gagal mengulang kesepuluh pencapaian juara berturut-turut dalam kurun waktu 92 tahun sejarah klub.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerbagai upaya pembelaan gelar di masa lampau, mulai dari musim 1938-1939 hingga era modern, kerap kandas di tengah jalan akibat inkonsistensi performa maupun ketatnya persaingan kompetisi papan atas.
Rekor Buruk Arsenal Sebagai Juara Bertahan
Dalam catatan sejarah klub, Arsenal pernah finis di peringkat kelima pada musim 1938-1939 setelah merekrut Bryn Jones senilai 14 ribu poundsterling dengan hanya mengandalkan ketajaman Ted Drake.
Tren serupa terjadi pada musim 1948-1949 ketika skuad asuhan klub harus puas kembali di posisi kelima akibat tren negatif delapan pertandingan tanpa kemenangan menjelang pergantian tahun.
Ujian terberat dirasakan pada musim 1953-1954 saat lini belakang Arsenal kebobolan 73 gol dari 42 pertandingan liga, yang menjadi rekor pertahanan terburuk dalam kurun waktu 36 tahun.
Bahkan pada era Arsene Wenger, skuad Invincibles musim 2004-2005 gagal mempertahankan takhta setelah rekor 49 laga tak terkalahkan dihentikan oleh Chelsea di bawah kendali Jose Mourinho.