Klub Liga Inggris Arsenal dipastikan meraup pemasukan masif menyusul kesepakatan perpanjangan kerja sama jangka panjang dengan maskapai penerbangan asal Timur Tengah, Emirates, hingga tahun 2033.
Berdasarkan analisis dari mantan Chief Executive Everton Keith Wyness, total nilai kesepakatan baru tersebut diperkirakan bisa menyentuh angka 500 juta poundsterling atau setara dengan Rp10 triliun selama durasi kontrak berlangsung.
Nilai fantastis tersebut mengalami peningkatan signifikan dari kontrak sebelumnya yang bernilai sekitar 45 juta poundsterling per tahun bagi klub asal London Utara itu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKesepakatan komersial ini mencakup sponsor utama di jersey bertanding, pakaian latihan, hingga perpanjangan hak penamaan stadion ikonik milik Meriam London.
Dana Segar Emirates Muluskan Rencana Renovasi Stadion
Manajemen komersial Arsenal dinilai sangat cerdas dalam mengamankan mitra berkualitas tinggi di tengah ketidakpastian finansial yang melanda sejumlah klub kompetisi elite.
Terlebih lagi, Arsenal terbebas dari risiko regulasi pembatasan sponsor perjudian yang belakangan ini kerap menghantam berbagai klub peserta Premier League.
Aliran dana segar dari kerja sama bernilai masif tersebut diyakini bakal segera dialokasikan untuk mendanai rencana besar klub dalam melakukan renovasi kandang kebanggaan mereka.
The Gunners saat ini tengah mematangkan rencana ambisius memperluas kapasitas Emirates Stadium agar mampu menampung lebih dari 70.000 penonton di masa depan.
Jika proyek perluasan tersebut terealisasi secara penuh, markas utama Meriam London itu akan dinobatkan sebagai stadion klub sepak bola terbesar di wilayah kota London.
Keith Wyness menilai langkah strategis yang diambil manajemen klub patut mendapat apresiasi tinggi karena memberikan stabilitas finansial jangka panjang yang sangat kuat.
Kemitraan jangka panjang yang terjalin sejak lama terbukti saling menguntungkan sekaligus menjadi model bisnis ideal bagi klub-klub papan atas Eropa lainnya.