Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan berbasis pesantren di Sumatera Utara. Tim karate dari Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang berlokasi di Tapanuli Selatan sukses memperlihatkan taringnya pada ajang bergengsi Andalas Open Karate Championship 2026 yang dihelat di Padang.
Berdasarkan laporan media, kejuaraan yang berlangsung pada akhir Agustus 2026 tersebut menjadi panggung pembuktian bagi para santri dalam mengukir prestasi non-akademik. Kepala Divisi Non Formal Pesantren Darul Mursyid Dedi Prawira menyampaikan bahwa para atletnya tampil luar biasa pada kejuaraan tersebut.
Dalam keterangannya, Dedi Prawira menjelaskan bahwa para atlet sukses mendulang berbagai medali dari kelas Open Tournament hingga kelas Festival. Salah satu prestasi tertinggi diraih oleh Awalul Riski Bonaran dari Dojo Darul Mursyid yang sukses menyabet medali emas pada kelas -76 kg, sementara Dedy Prawira turut menyumbangkan prestasi di kelas karyawan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah santri lainnya seperti Aqeela Syafaat, Nirma Aulia, Siti Amira Syahnaza, Azkah Fakiyah, dan Syakira Ghaisani juga turut ambil bagian di kelas Festival dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Keberhasilan ini tidak lepas dari disiplin tinggi serta latihan intensif yang dijalani para peserta.
Sementara itu, Direktur Pesantren Darul Mursyid Drs Yusri Lubis menyatakan bahwa rentetan medali tersebut merupakan bukti nyata komitmen lembaga dalam mengembangkan bakat olahraga para santri. Menurutnya, pencapaian ini lahir dari ketekunan serta dukungan penuh para pelatih dan keluarga.
Ketua Pembina Pesantren Darul Mursyid yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Tapanuli Selatan Ja’far Syahbudin Ritonga turut memberikan apresiasi tinggi. Beliau mengucapkan selamat kepada seluruh karateka dan berpesan agar para atlet tidak cepat puas serta terus berlatih untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.